Mengenal Sistem Sadap dalam Produksi Karet


Pertanianku – Sistem sadap menjadi penentu naik atau turunnya produksi lateks. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam sistem sadapan modern yang umum dipergunakan di perkebunan besar, yaitu sistem sadap jangka panjang dan sistem sadap jangka pendek.

Faktor Sistem Sadap dalam Produksi Karet

Sistem sadap jangka panjang maupun jangka pendek sangat jarang dijumpai di perkebunan rakyat. Hal ini disebabkan petani rakyat tidak mengadakan perencanaan, melainkan langsung melakukan sadapan saat itu juga. Petani rakyat umumnya beranggapan bahwa biaya akan menjadi penghalang dalam perencanaan karena kemampuan modalnya sangat terbatas. Untuk menambah cakrawala pengetahuan tentang sistem sadap, berikut ini ada beberapa istilah sadap dalam garis besarnya.

  1. Alur sadap terbagi atas tiga bentuk, yaitu S (alur bentuk spiral), V (alur bentuk v),dan C (alur tanpa bentuk). Alur sadap dibuat dari kiri atas ke kanan bawah. Ini dilakukan karena pembuluh lateks letaknya tidak lurus, melainkan miring dari kanan atas ke kiri bawah sehingga dengan kemiringan yang demikian akan diperoleh hasil lateks maksimal.
  2. Panjang alur sadap dapat dinyatakan dengan rumus antara lain S/1 (satu spiral), S/2 (setengah spiral), V/2 (setengah v), C/3 (sepertiga tanpa bentuk), dan sebagainya. Rumus panjang alur sadap ini bervariasi tergantung keinginan penyadap.
  3. Banyaknya alur sadap ada tiga jenis, yaitu 2S/2 (dua sayatan dengan setengah spiral), 2V/2 (dua sayatan dengan setengah v), dan 2C/2 (dua sayatan dengan tanpa bentuk)
  4. Jangka waktu sadapan biasanya dinyatakan dengan satuan waktu dan angka pembagi secara kontinu. Satuan waktunya adalah d (hari), w (minggu), m (bulan), dan y (tahun). Jika ada sistem sadapan d/1, berarti sadapan setiap hari, d/2 berarti sadapan dua hari sekali, dan seterusnya.

Dengan aturan istilah di atas dapat dibuat suatu rumus sadap seperti 2 V/2 d/2 (setiap pohon disadap atau ditakik dengan dua takikan atau keratan berbentuk setengah v setiap dua hari sekali), S/2 d/4 (setiap pohon disadap setengah spiral setiap empat hari sekali), dan sebagainya.

Istilah lain yang tak lepas dari kegiatan sistem sadap adalah intensitas sadapan. Intensitas sadap 100% menurut konsensus adalah S/2 d/2. Angka ini diperoleh dari perkalian angka pecahan sistem sadap dengan angka faktor 400. Penentuan intensitas sadapan tidak lepas dari umur tanaman atau siklus hidupnya dan kondisi tanaman. Selain itu, alat-alat yang digunakan harus diperhatikan. Misalnya, mangkok sadap yang terbuat dari plastik harganya murah, ringan, dan tidak perlu dicuci. Namun, karena tidak perlu dicuci, maka lateks akan menebal di mangkok sadap.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Karet

 

loading...
loading...