Faktor yang Mempengaruhi Dalam Pembentukan Kompos


Pertanianku – Secara teknis pembuatan kompos tidaklah terlalu sulit. Akan tetapi, lamanya proses pengomposan dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor, seperti bahan baku, suhu, nitrogen, dan kelembapan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka proses pengomposan cenderung akan berjalan dengan baik dan cepat.

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Kompos

  1. Bahan baku

Kecepatan suatu bahan menjadi kompos dipengaruhi oleh nilai perbandingan C/N dari bahan tersebut. Semakin mendekati C/N tanah maka bahan tersebut akan lebih cepat menjadi kompos. Tanah pertanian yang baik mengandung perbandingan unsur C dan N yang seimbang, yaitu C/N = 10/12. Oleh karena itu, semua bahan dengan kadar C/N yang tinggi, misalnya kayu dan biji-bijian yang keras harus dicampur dengan bahan-bahan yang berair, seperti dedaunan dan sampah dapur.

Luas permukaan bahan juga ikut mempengaruhi kecepatan pengomposan. Semakin halus dan kecil bahan baku kompos maka proses pengomposannya akan semakin cepat dan lebih banyak hasilnya. Sebaliknya, bila bahan baku berukuran besar maka proses pengomposannya akan semakin lama. Oleh karena itu, dianjurkan untuk terlebih dahulu mencacah atau memotong kecil-kecil (sekitar 4— 5 cm) bahan organik yang berukuran besar agar mempercepat proses pengomposan.

Jenis bahan baku organik juga akan menentukan kualitas produk akhir kompos. Untuk bahan organik yang mengandung selulosa dan lignoselulosa biasanya sulit untuk dirombak maka diperlukan mikroba yang mempunyai kemampuan spesifik. Oleh karena itu, untuk menghasilkan kompos yang baik, beberapa jenis bahan organik harus dicampur sehingga memberikan komposisi dan parameter yang ideal.

  1. Suhu

Proses pengomposan akan berjalan baik pada suhu ideal, yaitu 40—50o C. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan panas yang ideal adalah dengan menimbun bahan sampai pada ketinggian tertentu (sekitar 1,25—2 m). Jika timbunan terlalu pendek atau rendah maka akan menyebabkan panas mudah menguap. Sebaliknya, timbunan bahan yang terlalu tinggi justru akan membuat suhu menjadi terlalu tinggi dan udara di dasar timbunan menjadi berkurang. Kondisi kekurangan udara tersebut cenderung akan memacu pertumbuhan bakteri anaerob sehingga menimbulkan bau tidak enak.

  1. Nitrogen
Baca Juga:  AS Punya Apel Hasil Rekayasa Genetik

Nitrogen merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pembuatan kompos karena dibutuhkan bakteri untuk dapat tumbuh dan berkembang biak. Timbunan bahan kompos yang kandungan nitrogennya rendah tidak menghasilkan panas sehingga pembusukan bahan akan berlangsung lama.

  1. Kelembapan

Salah satu faktor yang tidak kalah penting dalam proses pembuatan kompos adalah menjaga kelembapan agar tetap seimbang. Secara umum, kelembapan timbunan yang seimbang adalah sekitar 40—60% atau keadaannya selembap karet busa yang diperas. Jika timbunan bahan semakin basah maka kegiatan mengaduk harus semakin sering dilakukan. Di daerah yang bercurah hujan tinggi, timbunan kompos harus dijaga agar tidak terlalu becek. Sebaliknya, di daerah yang bercurah hujan rendah dan cenderung kering, timbunan bahan kompos dapat diairi tiap 4—5 hari sekali.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga timbunan kompos agar tidak terlalu becek, yaitu dengan membuat puncak timbunan menyerupai atap dan agak membulat agar dapat mengalirkan airnya. Namun, bila hujan masih sangat deras, timbunan perlu ditutup dengan plastik atau kain terpal untuk menjaga kelembapan. Apabila berbagai upaya telah dilakukan dan timbunan kompos masih tetap terlalu basah (becek) maka perlu dilakukan pengadukan setiap hari.

 

Sumber: Buku Kompos dari Limbah

loading...
loading...