Fermentasi Jerami, Pakan Ternak untuk Segala Musim

PertaniankuFermentasi jerami merupakan salah satu jenis pakan yang dapat diberikan pada ternak. Pakan ini terbuat dari jerami yang difermentasikan menggunakan EM4, urea, dan molase atau tetes tebu. Pakan yang sudah difermentasi ini bisa bertahan lebih lama sehingga bisa digunakan untuk segala musim.

fermentasi jerami
Foto: Pixabay

Keunggulan lainnya dari fermentasi jerami adalah mengandung protein yang lebih tinggi dari jerami biasa yang hanya sekitar 7–9 persen, lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia, nilai gizinya meningkat, beraroma harum dan tidak berbau busuk, lebih higienis, serta mudah didapatkan dengan harga yang murah.

Molase yang digunakan untuk memfermentasi jerami mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, vitamin B kompleks, dan beberapa vitamin lain yang mudah larut. Vitamin-vitamin tersebut dibutuhkan oleh ternak, seperti sapi, kambing, dan domba yang masih berumur muda karena ternak belum mampu mencerna makanan sendiri.

Memfermentasikan jerami dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan pakan yang kerap terjadi saat kemarau. Ketika itu persediaan pakan hijauan terbatas. Dengan adanya pakan fermentasi, peternak tak perlu merasa khawatir tentang persediaan pakan selama masa pemeliharaan. Berikut ini cara membuat fermentasi jerami.

Bahan-bahan:

Jerami padi

EM4

Urea

Tetes tebu

Alat-alat:

Drum plastik/plastik

Mesin chopper/mesin potong/parang

Botol plastik berukuran 1 liter

Cara membuat:

Layukan jerami yang akan difermentasi.

Potong jerami padi dengan mesin potong atau secara manual dengan parang. Pemotongan dilakukan hingga jerami berukuran 2–5 cm, ukuran jerami yang kecil dapat memudahkan proses pengemasan.

Masukkan jerami yang sudah dipotong-potong ke plastik untuk ditimbang.

Setelah itu, tuang jerami ke atas permukaan tanah yang sudah dilapisi plastik atau terpal agar jerami tidak terkontaminasi.

Baca Juga:  Langkah yang Tepat untuk Menggunakan Propolis

Siapkan botol plastik, lalu campurkan EM4, tetes tebu dengan takaran 1:10, lalu tambahkan air.

Siram campuran tersebut ke atas jerami secara merata agar proses fermentasi berjalan lebih sempurna.

Masukkan jerami yang sudah dicampur, lalu padatkan agar tidak ada rongga udara.

Setelah sudah cukup padat, tutup bagain atas dengan plastik untuk mencegah udara masuk, lalu kencangkan bagian penutupnya dengan karet hitam panjang.

Simpan jerami selama 21 hari atau 3 minggu, kemudian buka drum/plastik silo. Fermentasi jerami sudah siap untuk diberikan pada ternak.