Fokus Kerja Kementan untuk Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Pertanianku — Pandemi Covid-19 sudah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk dengan sektor pertanian dan stok bahan pangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku sudah menyusun beberapa langkah sekaligus fokus kerja untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang kemungkinan bisa dialami oleh Indonesia.

dampak pandemi covid-19
foto: unsplash

Fokus-fokus kerja tersebut dibahas oleh Mentan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta.

“Mengurus pertanian bukan hanya menghadapi cuaca saja, tetapi banyak persoalan-persoalan yang muncul. Untuk itu, program kita sudah harus siap,” tutur Mentan yang dikutip dari laman pertanian.go.id.

Loading...

Mentan Syahrul menjelaskan program-program Kementan yang dinilai sudah sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk fokus melihat permasalahan yang di Tanah Air. Namun, permasalahan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pangan 267 juta rakyat Indonesia memang tidak mudah.

Oleh karena itu, Kementan membutuhkan bantuan dari berbagai lembaga serta kementerian terkait untuk mendukung kepentingan pembangunan pertanian agar semua target yang sudah ditetapkan bisa terealisasi serta beberapa program lima tahun ke depan.

“Tugas saya adalah membantu kepentingan rakyat kecil, jangan sampai rakyat kecil semakin menderita,” ujar Mentan.

Mentan menyampaikan bahwa cadangan pangan nasional, khususnya untuk beras yang merupakan pangan utama masyarakat Indonesia memiliki stok yang aman hingga dua tahun ke depan. Untuk menjaga stok beras, Syahrul menjelaskan Kementan sudah memiliki gudang-gudang penyimpanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19 dalam bidang pertanian, Kementan memiliki lima fokus kerja untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial pascapandemi Covid-19.

Program tersebut adalah program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas (program spesifik), program nilai tambah untuk daya saing (program lintas K/L), program riset dan inovasi pengetahuan dan teknologi (program lintas K/L), program pendidikan dan pelatihan vokasi, serta program dukungan manajemen.

Baca Juga:  Kementan Terus Berupaya Menjamin Kelancaran Pupuk Bersubsidi

 

 

 

Loading...
Loading...