Food Estate Kalteng Menerapkan Teknologi RAISA

Pertanianku — Program food estate di Kalimantan Tengah dilakukan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisang, kedua kabupaten tersebut mayoritas merupakan lahan rawa. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah mengembangkan teknologi yang bisa diterapkan di kawasan tersebut, teknologi tersebut bernama RAISA.

food estate
foto: pixabay

Teknologi budidaya padi RAISA diharapkan bisa meningkatkan hasil dan meningkatkan indeks pertanaman dari satu menjadi beberapa kali lipat dalam satu tahun.

Lahan rawa terkenal dengan kandungan unsur mikro seperti kandungan besi dan natrium yang sangat tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi padi diperlukan adanya teknologi seperti RAISA.

RAISA merupakan teknologi yang dirancang khusus untuk budidaya padi di lahan rawa dengan mengadopsi beberapa teknologi pengolahan lahan rawa. Teknologi ini sudah dirilis sejak 2018 dan sudah diuji melalui demo farm (demfarm).

Paket teknologi RAISA antara lain varietas unggul baru spesifik yang dipersiapkan untuk lahan rawa, pengelolaan air, pemanfaatan pembenah tanah, pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTS), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian yang disesuaikan untuk lahan rawa.

Kepala Balitbangan Dr. Fadjry Djufry mengatakan bahwa kondisi eksisting sebelumnya di kawasan yang digunakan untuk food estate masih rendah dengan tingkat produktivitas lahan yang masih di bawah produktivitas nasional.

“Balibangtan mengaplikasikan teknologi RAISA di kawasan food estate ini dapat meningkatkan produktivitas padi menjadi 5—6 ton/hektare,” ujar Fadjry seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.

Teknologi besutan Balitbangtan ini sudah diuji coba di lahan pasang surut di daerah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Hasil pengujian tersebut cukup baik bisa meningkatkan produksi sebesar 13—20 persen.

“Sebelum diaplikasi di kawasan food estate ini, teknologi RAISA berhasil dikembangkan di beberapa sentra padi yang lahannya sama-sama lahan rawa pasang surut, hasilnya dapat meningkatkan produksi 13—20 persen,” papar Fadjry.

Baca Juga:  Tips dan Trik Membuat Lengkeng Matalada Rajin Berbuah dengan Lebat

Selain paket teknologi utama, ada beberapa faktor pendukung yang bisa memengaruhi keberhasilan budidaya dengan teknologi ini, di antaranya pengelolaan lahan, air, dan hara yang tepat.


loading...