Fumigasi Benih Kopi agar Bebas Gangguan Hama

Pertanianku — Ada banyak rangkaian kegiatan yang perlu dilakukan sebelum benih ditanam, fungsinya agar benih tersebut bebas dari serangan dan tanaman baru yang dihasilkan tumbuh dengan sehat. Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan pada benih adalah fumigasi. Fumigasi benih kopi berguna untuk melindungi benih dari serangan hama seperti penggerek buah dan penggerek biji dengan senyawa fumigan.

Fumigasi benih kopi
foto: Pertanianku

Senyawa fumigasi merupakan senyawa kimia berbentuk gas atau uap yang dapat mematikan serangga. Selain senyawa fumigasi, pengendalian hama juga bisa dilakukan dengan senyawa arsen, minyak bumi, dan senyawa yang berasal dari tumbuhan.

Senyawa kimia yang mudah menguap dan menjadi fumigan bagi hama A. fasciculatus adalah minyak tanah, bensin premium, terpentin, etanol, aseton, dan formalin. Senyawa bensin premium, terpentin, etanol, dan aseton merupakan senyawa yang paling efektif untuk fumigasi serangga hama A. fasciculatus.

Adapun terpentin juga efektif membunuh serangga Hypothenemus hampei atau penggerek benih kopi. Minyak tanah yang diemulsi atau dicampur dengan insektisida lain dapat digunakan untuk mengendalikan hama kutu hijau dan kutu putih yang kerap dijumpai di India.

Fumigasi dengan minyak tanah, bensin premium, dan terpentin tidak akan memengaruhi daya kecambah benih. Akan tetapi, kecenderungan daya kecambah benih yang mendapatkan perlakuan fumigasi tersebut lebih rendah. Fumigasi dengan bensin premium terbukti menyebabkan penurunan daya kecambah paling besar.

Apabila fumigasi dilakukan dengan senyawa etanol 70 persen dan aseton, kemungkinan benih kopi tersebut akan kehilangan banyak daya kecambah, bahkan bisa menyebabkan benih tidak berkecambah. Begitu pun dengan formalin. Penggunaan formalin dalam skala yang kecil tetapi dengan konsentrasi tinggi dan waktu yang lama dapat membuat daya kecambah benih buruk. Pasalnya, formalin tersebut memperlunak endosperma biji.

Baca Juga:  Cara Pengapuran Tanah yang Masam

Sementara itu, fumigasi dengan alkohol dapat menyebabkan membran sel benih rusak. Tingkat kerusakannya dipengaruhi oleh derajat penetrasi alkohol dan ada tidaknya air.

Berdasarkan pertimbangan efektivitas fumigasi dan pengaruhnya terhadap daya kecambah benih kopi, senyawa terpentin menjadi pilihan terbaik untuk fumigasi benih kopi karena tidak menimbulkan dampak buruk.