Fungisida Rempah-Rempah untuk Mengatasi Serangan Cendawan

Pertanianku— Cendawan termasuk rintangan yang perlu Anda antisipasi dan kendalikan dengan cara yang benar. Terlebih lagi, ketika memasuki musim hujan, perkembangan cendawan menjadi lebih masif sehingga tanaman lebih rentan terserang organisme pengganggu tanaman (OPT) ini. Serangan cendawan bisa dikendalikan dengan fungisida alami yang terbuat dari berbagai rempah-rempah yang sering digunakan sebagai bumbu masak.

serangan cendawan
Foto: Pixabay

Pada musim hujan, cendawan lebih rentan menyerang seluruh bagian tanaman mulai dari daun, bunga, batang, akar, hingga buah tanaman. Sayuran yang sudah terkena serangan cendawan cenderung tidak bisa dipanen untuk dikonsumsi, apalagi dijual. Pasalnya, serangan cendawan bisa menurunkan kualitas sayuran, baik dari segi penampilan maupun rasanya. Dengan begitu, secara langsung serangan tersebut bisa menyebabkan kerugian.

Fungisida yang terbuat dari bahan alami sering dibutuhkan bila Anda ingin menghasilkan panen yang organik. Fungisida ini cukup mudah dibuat sendiri karena rempah-rempah yang Anda butuhkan tidak begitu sulit didapatkan.

Ramuan tersebut biasanya menggunakan rempah-rempah yang cukup mudah ditemukan. Dengan begitu, para petani sayuran organik tidak harus memakai pestisida kimia, tetapi dapat meracik ramuan organik.

Berikut ini beberapa ramuan resep pestisida alami.

Ramuan 1

Bahan-bahan:

  • Lengkuas
  • Kunyit
  • Jahe
  • Serai

Cara membuat:

Lengkuas, kunyit, jahe, dan serai dibersihkan terlebih dahulu, lalu diblender secara bersamaan hingga halus. Setelah itu, tambahkan air, lalu diperas agar dapat diambil airnya.

Jika menambahkan biji mahoni atau cabai, ramuan ini dapat membunuh seluruh hama, kecuali hama yang berada di dalam tanah.

Ramuan 2

Bahan-bahan:

  • Jahe
  • Kunyit
  • Cengkih
  • Bawang putih
  • Lengkuas

Cara membuat:

Campurkan seluruh bahan, lalu blender hingga halus. Masukkan seluruh bahan yang sudah diblender ke wadah dan tambahkan air sebanyak 1 liter air, lalu aduk hingga rata.

Wadah tempat ramuan organik tersebut ditutup dan dibiarkan selama 2 minggu. Pemakaian ramuan dapat dilakukan dengan perbandingan 1:17.