Fungsi Biologis Tanaman Jati


Pertanianku – Jika suatu lahan hanya ditanami pohon jati (tanpa tanaman lainnya), potensi timbulnya erosi tanah justru lebih besar. Tajuk jati membutuhkan banyak cahaya matahari sehingga cabang-cabangnya sebaiknya tidak bersentuhan. Di samping itu, perakaran jati tidak tahan bersaing dengan perakaran tanaman lain. Dengan demikian, serasah  tanah cenderung tidak banyak. Tanpa banyak tutupan tumbuhan pada lantai hutan, lapisan tanah teratas akan lebih mudah terbawa oleh aliran air dan tiupan angin.

Fase pertumbuhan generatif tanaman jati

Hutan jati sebaiknya diisi pula dengan jenis tanaman lainnya. Beberapa jenis tanaman yang bisa dikembangkan bersama tanamanjati di antaranya bungur (Lagerstroemia speciosa), dlingsem (Homalium tomentosum), dluwak (Grewia paniculata), katamaka (Kleinhovia hospita), kemloko (Phyllanthus emblica), kepuh (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), laban (Vitex pubscens), ploso (Butea monosperma), serut (Streblus asper), trengguli (Cassia fistula), dan winong (Tetrameles nudflora). Di samping itu, lamtoro (Leucenia leucocephalla) dan akasia (Acacia villosa) juga bisa ditanam sebagai tanaman sela untuk menahan erosi tanah dan menambah kesuburan tanah.

Pola penanaman hutan jati campuran terbukti telah menyelamatkan lahan di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta, yang gersang dan rusak parah sebelum 1978. Dalam selang waktu hampir 30 tahun, lebih dari 60% lahan rusak diubah menjadi lahan yang menghasilkan. Penduduk setempat pun lebih banyak memilih menanam jati karena nilai manfaatnya, cara penanamannya yang mudah, dan harga jual kayunya yang tinggi. Mereka biasa menumpangsarikan penanaman jati di kebun dan pekarangan dengan mahoni (Swietenia mahogany), akasia (Acacia villosa), dan sonokeling (Dalbergia latifolia). Kini, daerah Gunung Kidul telah berubah menjadi lahan hijau yang berhawa lebih sejuk dan memiliki keragaman hayati lebih tinggi. Perubahan lingkungan tersebut telah mengundang banyak satwa untuk singgah, terutama burung yang kerap dijadikan sebagai penanda kesehatan suatu lingkungan. Selain itu, kekayaan lahan ini sekaligus menjadi cadangan sumber daya untuk masa depan.

Baca Juga:  Benarkah Akibat Perubahan Iklim Rasa Biji Kakao Jadi Lebih Enak?

 

Sumber: Buku 10 Tanaman Investasi Pendulang Rupiah

 

 

loading...
loading...