Fungsi Penting Pohon Penaung Tanaman Kopi

Pertanianku — Tanaman kopi membutuhkan sinar matahari yang tidak terlalu penuh dan teratur. Penyinaran yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman dan pola pembungaan menjadi tidak teratur juga sehingga tanaman lebih cepat berbuah tetapi hasilnya tidak begitu banyak. Oleh karena itu, tanaman kopi membutuhkan pohon penaung untuk mengendalikan sinar matahari tersebut.

pohon penaung
foto: Pertanianku

Fungsi utama dari pohon penaung tanaman kopi ialah mengurangi intensitas cahaya matahari agar tidak terlalu panas, meminimalisir perbedaan temperatur suhu antara siang dan malam, menjaga kondisi iklim mikro di perkebunan agar lebih stabil, sumber bahan organik, menahan angin dan erosi, memperpanjang masa produksi kopi hingga berumur 20 tahun,  meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan, serta mengurangi kelebihan produksi dan mati cabang.

Tanaman yang dapat digunakan sebagai pohon penaung harus memiliki sistem perakaran yang dalam untuk meminimalisir kompetisi air dan unsur hara dengan tanaman kopi. Tanaman juga harus mudah diatur secara periodik agar pertumbuhannya tidak mengganggu waktu pembungaan tanaman.

Jenis tanaman yang digunakan tidak boleh merupakan sumber hama dan penyakit pada tanaman kopi untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

Pohon penaung yang baik untuk digunakan berasal dari golongan leguminosa, bisa berfungsi sebagai sumber bahan pupuk organik, dan menghasilkan kayu bakar yang baik. Hal-hal tersebut sangat berguna bagi petani kopi karena pohon tersebut tidak hanya melindungi tanaman kopi, tetapi juga dapat menambah pemasukan petani.

Berdasarkan sifatnya, tanaman penaung dibagi menjadi dua, yakni penaung sementara dan penaung tetap. Penaung sementara berfungsi untuk melindungi tanah dari erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan menekan pertumbuhan gulma. Adapun penaung tetap berfungsi untuk menjaga agar budidaya tanaman kopi terus berkelanjutan.

Baca Juga:  Varietas Tomat yang Sering Ditanam di Indonesia

Jenis tanaman yang cocok dijadikan penaung sementara adalah Moghania macrophylla, Crotalaria sp., dan Tephrosia sp. Pada daerah endemik penyakit nematoda parasit, lebih disarankan menggunakan tanaman penaung Crotalaria sp.

Untuk jenis tanaman yang cocok dijadikan penaung tetap adalah tanaman lamtoro, dadap, dan sengon. Namun, petani juga dapat menggunakan jenis tanaman buah dan tanaman perkebunan lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.