Fungsi Tanaman Penaung Kakao

Pertanianku — Tanaman penaung kakao dibutuhkan untuk pohon kakao yang ditanam di lahan perkebunan. Hal ini lantaran habitat asli kakao adalah hutan tropika basah. Kakao tumbuh di bawah naungan pohon-pohon hutan yang tinggi sehingga kakao yang dibudidayakan membutuhkan tanaman penaung.

penanung kakao
foto: pixabay

Ada beberapa penelitian yang mengatakan kakao yang ditanam di tanah subur dengan pohon penaung yang sedikit bisa tetap tumbuh dengan baik. Bahkan, produksi kakao tetap bisa meningkat. Meskipun begitu, kakao tetap membutuhkan tanaman penaung.

Tanaman kakao muda yang tidak mendapatkan naungan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Hal tersebut ditandai dengan daun yang tumbuh sempit, menguning, dan pada suhu tertentu daun-daun akan mengalami nekrosis yang disusul dengan kerontokan daun. Evaporasi tanaman juga bisa meningkat saat suhu sedang tinggi dan tidak diimbangi dengan persediaan lengas yang cukup. Tanaman akan layu, kering, dan pada akhirnya mati.

Loading...

Selain dari terpaan sinar matahari, kakao juga membutuhkan pelindung untuk berlindung dari terpaan angin kencang. Inilah salah satu faktor penting mengapa kakao membutuhkan tanaman penaung.

Kebutuhan tanaman penanung ditentukan oleh besaran umur pohon, populasi, dan tingkat kesuburan tanah. Menurut beberapa ahli, kakao sudah mutlak membutuhkan tanaman penaung sejak berumur 2—3 tahun. Pada umur 12—18 bulan, kakao membutuhkan intensitas cahaya sebesar 30—60 persen.

Tanaman penaung kakao terbagi menjadi dua macam berdasarkan fungsinya, yaitu tanaman penaung sementara dan tetap. Penaung sementara berfungsi menaungi pohon kakao yang masih muda dan biasanya menggunakan pohon berumur pendek. Sementara, tanaman penaung tetap digunakan untuk menaungi pohon kakao remaja dan sepanjang umur hidup pohon, biasanya menggunakan pohon kayu berumur puluhan tahun.

Ada yang mengatakan, penaung kakao tidak begitu dibutuhkan. Namun, penggunaan tanaman penaung tetap dibutuhkan dan harus dikelola dengan baik. Tanaman penaung juga harus diatur jumlah populasinya, dipangkas secara bertahap, pemberian pupuk, dan perawatan pohon agar terbebas dari hama dan penyakit.

Baca Juga:  Serat Pohon Pisang Abaka, Sumber Serat Alami yang Terkenal di Pasar Ekspor

Budidaya kakao yang tidak menggunaka penaung memang akan mendapatkan hasil produksi yang tinggi pada fase pertama. Namun, seiring berjalannya waktu, produktivitas akan semakin menurun. Selain itu, umur ekonomis dari pohon lebih pendek sehingga pohon tidak bisa memproduksi buah dengan maksimal sehingga risiko gagal panen tinggi. Namun, budidaya yang menggunakan pohon penaung yang tidak dirawat pun akan mengalami kemungkinan yang sama.

Loading...
Loading...