Fungsi TDC Meter dan PH Meter untuk Hidroponik

Pertanianku — Peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman secara hidroponik memang agak banyak. Seluruh peralatan tersebut harus dipersiapkan sejak sebelum penanaman agar proses budidaya tidak terhambat karena alat yang kurang. Salah satu alat yang wajib dimiliki saat budidaya hidroponik adalah TDC meter dan pH meter.

tdc meter
foto: Pertanianku

TDC meter

TDC meter atau EC meter berguna untuk mengatur kepekatan atau kadar nutrisi. TDC bekerja dengan mengukur jumlah partikel yang terlarut di dalam air. Sementara itu, EC meter bekerja dengan mengukur nilai konduktivitas (daya hantar listrik) dari larutan. Semakin pekat larutan, akan semakin tinggi juga daya hantar listrik atau nilai EC-nya. Begitu pun sebaliknya.

Pada dasarnya, TDC meter dan EC meter memiliki fungsi yang sama, yakni mengukur kepekatan nutrisi pada instalasi hidroponik.

pH meter

Selain TDC atau EC meter, Anda juga perlu menyiapkan alat untuk mengetahui kadar pH air di dalam larutan nutrisi. Alat tersebut adalah pH meter. Kadar pH air dikatakan ideal apabila sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga daya tumbuh tanaman berlangsung baik.

Kondisi pH larutan yang kurang ideal dapat menyebabkan daya serap tanaman terhadap nutrisi menurun. Ini menjadi salah satu penyebab nutrisi yang diberikan tidak bisa diserap secara maksimal oleh tanaman meskipun Anda sudah memberikan nutrisi sesuai dengan rekomendasi.

Kadar TDC atau EC meter dan pH meter yang ideal

Tiap jenis tanaman membutuhkan kadar pH serta nilai EC atau TDC yang berbeda-beda. Misalnya, untuk tanaman kangkung yang cukup populer dibudidayakan secara hidroponik membutuhkan pH sekitar 5,5–6,5 kemudian EC sekitar 1,5–2,0 mS/cm atau TDC 1.050–1.400 ppm. Untuk tanaman daun bawang, pH yang dibutuhkan sekitar 6,0–6,5 dengan EC1,8–2,2 mS/cm atau TDS 1.260–1.540 ppm.

Baca Juga:  Terapkan Pola Kemitraan, Petani Tembakau di Blora Untung

Tanaman selanjutnya yang juga sering dibudidayakan secara hidroponik adalah selada. Tanaman sayuran daun ini membutuhkan pH sekitar 6,0–7,0 dengan EC 0,8–1,2 mS/cm atau TDS 1.400–1.680 ppm. Contoh terakhir, tanaman bayam membutuhkan kadar pH 6,0–7,0 dengan EC 1,8–2,3 mS/cm atau TDC 1.260–1.620 ppm.