Gabah Terancam Jadi Kecambah Petani Karawang Merugi

0

Pertanianku – Produksi gabah di Karawang gagal panen karena gabah terancam jadi kecambah ini membuat petani merugi. Akibat kejadian ini produksi gabah musim panen ini harganya menjadi anjlok.

Saat ini, harga gabah kisaran Rp380.000—Rp400.000 per kuintal. Anjloknya harga gabah ini, akibat curah hujan yang tinggi.

Salah satu petani bernama Damo, asal Kelompok Tani Sukatani 5, Kampung Tegal Tanjung, Kelurahan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat, mengatakan, saat musim hujan harga gabah anjlok. Apalagi sekarang, hujan terus turun, saat dipanen kadar airnya sangat tinggi. Dengan kadar air yang tinggi ini, tengkulak menawar gabah sangat rendah.

“Kami tak bisa berbuat banyak. Daripada gabahnya jadi kecambah. Lebih baik dijual dengan harga murah,” ujarnya, seperti dilansir dari Republika (24/2).

Lebih lanjut Damo mengatakan, gabah dengan kondisi basah itu, jika tak dikeringkan maka cepat berubah jadi kecambah. Apalagi, petani yang tak punya mesin pengering. Bisa dipastikan, setelah dipanen gabahnya langsung dijual meskipun harganya murah, sampai Rp380.000 per kuintal.

Pilihan menjual gabah secepatnya ini dinilainya jadi solusi terbaik dibanding gabah yang jumlahnya sampai tujuh ton itu berubah menjadi kecambah. Bila sudah begitu, nilai jualnya akan sangat rendah. Bahkan, jika sudah jadi kecambah tak ada pihak yang mau membeli.

loading...
loading...