Gajah Sumatera Terpilih Menjadi Maskot Uni Eropa

Pertanianku – Uni Eropa memiliki perhatian khusus pada perlindungan gajah di Indonesia. Salah satunya adalah gajah sumatera yang dipilih menjadi maskot Uni Eropa.

Gajah Sumatera Terpilih Menjadi Maskot Uni Eropa

Tahun lalu, Delegasi Uni Eropa mengadopsi dua gajah sumatera bernama Aras dan Eropa. Masing-masing gajah tersebut berasal dari Unit Tanggap Konservasi (CRU) Tangkahan, Sumatera Utara.

Pengadopsian Aras yang dilakukan pada Juni 2015 lalu sebagai lambang komitmen Uni Eropa terhadap kesinambungan program perlindungan gajah yang dilakukan Uni Eropa di Indonesia sejak 20 tahun lalu.

Aras sendiri kini dijadikan sebagai maskot Uni Eropa. Hal ini dilakukan untuk mendukung Indonesia dalam menjaga kestabilan lingkungan dan pelestarian hutan.

“Belakangan ini habitat gajah mulai hilang, karena hutan berubah fungsi menjadi desa, perkebunan, bahkan real sestate,” ungkap Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend dalam peluncuran film dokumenter Save Our Forest Giants di Kantor Kedubes Prancis, dikutip dari Okezone (27/6).

Saat ini, populasi gajah di Indonesia telah menurun sangat drastic dari tahun ke tahun. Diperkirakan hanya terdapat 1.700 ekor gajah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tachrir Fathoni.

“Pada 2016 hanya ada 1.700 gajah. Yang berada di kebun binatang dan lembaga konservasi ada 572 ekor. Artinya yang berada di habitatnya di alam liar hanya 1.200 gajah. Ini berbahaya,” tutur Fathoni.

Oleh karenanya, Uni Eropa berkomitmen untuk terus menyuarakan perlindungan gajah dan hutan di Indonesia. Karena gajah sendiri merupakan salah satu hewan paling unik dan langka di Indonesia.

 

Baca Juga:  Ikan Sidat, Biota yang Dilindungi Terbatas