Galur Kacang Tanah yang Berpotensi Menjadi Varietas Unggul Baru

Pertanianku — Peningkatan diversifikasi pangan merupakan salah satu target pembangunan pertanian. Komoditas yang berpotensial untuk mendukung program ini adalah kacang tanah. Kacang tanah dapat menjadi sumber gizi yang kaya lemak, protein, dan karbohidrat.

kacang tanah
foto: Pertanianku

Varietas kacang tanah yang ada saat ini memiliki kadar lemak pada biji sebanyak 40–49 persen bk (bahan kering) dan kadar protein sekitar 18–32 persen bk (bahan kering). Kadar lemak terendah terdapat pada varietas Takar 2, sedangkan kadar tertinggi terdapat di dalam Talam 3. Untuk kadar protein terendah ada pada varietas Tala 2 dan tertinggi varietas Takar 2.

Pada 2015 telah dilakukan pembentukan populasi menggunakan tetua varietas unggul nasional (Bima, galur biji 3), varietas lokal (Lokal Papua), dan varietas introduksi (ICGV 99030, ICGV 93041).

Melansir dari laman litbang.pertanian.go.id, hingga 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah berhasil menyeleksi beberapa galur harapan dengan kadar lemak pada biji yang berkisar 50,5–52,7 gram/bk. Galur tersebut di antaranya adalah galur (Bi-Sl/ UM 18)-33 dan (Bi-Sl/ UM 18)-40 yang memiliki warna kulit ari biji merah, galur (BM/IC-154-2/RK 39)-39 dan (BM/IC-154-2/RK 39)-44 warna kulit ari ungu, galur (BM/IC-154-2/UM 18)-32, (Bi-Sl/UM 18)-34, (Bi-Sl/RK 39)-36, (BM/IC-631-8/ UM 18)-38, (BM/IC-154-2/UM 18)-31, dan galur (Bi-Sl/UM 18)-35 memiliki warna kulit ari merah muda (rose).

Sementara itu, galur dengan kadar protein pada kisaran 2,1–3,2 ton per hektare polong kering sebagian besar termasuk tipe Spanish (1 polong 2 biji) dan sebagian tipe Valencia (3–4 biji/polong).

Selain melihat dari kadar protein dan lemak pada biji, galur yang layak diunggulkan adalah galur dengan rata-rata hasil lebih dari 3,0 ton per hektare polong kering. Tak hanya produktivitasnya yang tinggi, galur tersebut juga tahan penyakit layu bakteri dan agak tahan penyakit bercak serta karat daun.

Baca Juga:  Trik Menghasilkan Bibit Tanaman Mangga dengan Teknik Sambung

Umur masak galur cukup bervariasi antara 93–96 hari, tinggi tanaman berkisar 53–67 cm, jumlah polong rata-rata antara 25–48 polong per tanaman dengan bobot biji berkisar 38,8–57,6 gram/100 biji.

Beberapa galur berkadar protein tinggi dan cukup prospektif dijadikan sebagai calon VUB di antaranya adalah galur (Bi-SL/RK 39)-36, (BI-SL/UML 18)-34, (BM/IC-631-8/UML 18)-38, (BM/IC-154-2/UML 18)-31, dan (Bi-SL/Lokal Papua)-42, yang berkadar lemak tinggi dan juga galur (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-43, (BM/IC-631-8/Lokal Papua)-37, (BM/IC-631-8/RK 39)-46, dan (BM/IC-154-2/Lokal Papua)-45.

Galur-galur tersebut juga memiliki keunggulan berupa tahan penyakit utama dan berbiji besar. Namun, galur tersebut masih perlu dilakukan uji adaptasi lanjutan untuk memastikan keragaman dan stabilitas karakter serta hasilnya.