Gambaran Peluang Agribisnis Pepaya


Produksi pepaya di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 650.000 ton pada tahun 2004, meningkat sekitar 3,71% dari produksi tahun sebelumnya yang hanya mencapai 626.000 ton. Walaupun demikian jika dilihat dari produktivitas per satuan luas, terjadi penurunan sekitar 3.49% pada tahun 2004. Menurut data FAO tahun 2004, produktivitas pepaya di Indonesia pada tahun 2003 mencapai 67,3 ribu kg/ha dan menurun menjadi 65 ribu kg/ha.

Gambaran Peluang Agribisnis Pepaya

Dari produksi pepaya yang dihasilkan di Indonesia 90% untuk konsumsi dalam negeri, sedangkan sisanya adalah untuk ekspor. Menurut laporan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika tahun 2001, penurunan produktivitas tanaman pepaya di Indonesia disebabkan belum tersedianya varietas unggul yang diinginkan.

Konsumsi pepaya pada tahun 2005 mencapai 2,28 kg/kapita/ tahun atau sekitar 7,24% dari total konsumsi buah/kapita/tahun. Permintaan pepaya meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran akan manfaat buah papaya sebagai sumber vitamin, mineral dan gizi lainnya.

Buah pepaya sudah diekspor ke beberapa negara seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Perancis, dan Belanda walaupun masih dalam jumlah yang relatif kecil. Harga jual pepaya dari produsen di Indonesia pada tahun 2002— 2003 berkisar antara Rp 1400/kg—Rp 1700/kg. Rata-rata volume ekspor buah pepaya dari tahun 2002—2006 adalah sekitar 77.393 kg, sedangkan rata-rata nilai ekspor dari tahun 2002— 2006 adalah sekitar US$ 203.603 (Deptan, 2007).

Oleh karena itu, peluang agribisnis pepaya khususnya budi daya pepaya unggul sangat terbuka lebar. Apalagi hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pepaya.

 

Sumber: Buku Budidaya Pepaya Unggul

Baca Juga:  Jenis Tanaman Obat Vertigo yang Cocok di Halaman Anda