Grading dan Sortasi Buah Tomat

Pertanianku   Pertama pada buah tomat yang baru dipanen adalah grading dan penyortiran di gudang. Grading dan penyortiran bertujuan memilah buah tomat sesuai dengan mutu dan ukuran. Hal ini perlu dilakukan karena buah tomat memiliki mutu dan ukuran yang bervariasi. Variasi tersebut dapat disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, dan agronomi. Setelah perlakuan grading dan sortirasi, dapat ditentukan harga, kegunaan, dan jenis pasar yang cocok untuk buah tomat.

Grading dan Sortasi Buah Tomat

Grading dan sortasi memegang peranan sangat penting dalam pemasaran di negara maju. Grading merupakan pemilahan dalam hal mutu. Penentuan mutu buah didasarkan pada kesehatan, ketegaran, kebersihan ukuran, berat, warna, bentuk, kemasakan, tidak adanya benda  sing dan penyakit, tidak adanya kerusakan oleh serangga, dan luka mekanik. Pembagian kelas yang menentukan mutu buahbuahan dan sayuran (termasuk tomat) yaitu kelas ekstra, kelas 1, dan kelas 2. Kelas ekstra mempunyai mutu yang sangat baik, memiliki bentuk dan warna yang menarik sesuai dengan umur panen dan varietasnya. Di samping itu, tidak mempunyai cacat dalam dan mempunyai rasa serta bau yang khas buah tomat. Penyimpangan masih bisa ditolerir jika masih berada pada kisaran 5% dari jumlah atau berat keseluruhan.

Mutu kelas satu hampir sama dengan kelas ekstra. Namun, toleransi penyimpangannya lebih besar, yaitu 10%. Selain persentase penyimpangan dari keseluruhan, masing-masing buah secara individual diperbolehkan memiliki sedikit penyimpangan dalam bentuk, warna, dan kerusakan kecil pada kulitnya yang tidak mempengaruhi penampakan umum dan daya simpan.

Dalam pengemasan, kisaran ukuran dapat lebih besar dan barang tidak harus selalu ditata rapi di dalam wadah. Sedangkan mutu kelas dua lebih rendah lagi dan mempunyai banyak kelonggaran dalam penanganan mutu. Kerusakan eksternal maupun internal masih dapat ditolerir asalkan masih bisa dimakan dalam keadaan segar. Biasanya kelas inilah yang banyak ditemukan di pasar lokal karena banyak konsumen yang menginginkan harga murah dan mutu yang tidak terlalu tinggi.

Baca Juga:  Bunga Pohon Buah Mangga Sudah Tumbuh Tapi Pembuahan Gagal? Ini Penyebabnya

Grading bisa dikerjakan bersamaan atau terpisah dengan penyortiran. Buah tomat yang telah dikumpulkan dari pemetikan kemudian dipisahkan menjadi tiga grade sesuai dengan tingkat mutu di atas. Pemilihan buah di Indonesia masih secara manual, yaitu dengan memilih satu-persatu. Padahal di negara maju sudah menggunakan mesin penyortir. Pekerjaan secara manual biasanya memerlukan orang yang mengetahui benar tentang mutu buah tomat. Masalah grading di Indonesia belum bisa diterapkan sepenuhnya karena masih banyak mengalami hambatan dalam pelaksanaannya.

Tindakan yang pertama kali dilakukan untuk penyortiran secara manual adalah dengan menghilangkan sisa kelopak bunga yang masih menempel pada buah. Kemudian, buah dipisahkan berdasarkan ukuran yang sama. Sortasi ukuran biasanya erat kaitannya dengan permintaan pasar. Ukuran biasanya cukup bervariasi berdasarkan tujuan penggunaan tomat atau selera dari konsumen pada umumnya.

 

Sumber: Buku Budidaya Tomat Secara Komersial


loading...