Gulma yang Berbahaya untuk Tanaman Cabai

Pertanianku— Gulma yang tumbuh di sekitar pohon cabai harus disiangi agar pertumbuhannya tidak mengganggu tanaman cabai. Gulma tanaman cabai bisa ditekan dengan penggunaan mulsa, tetapi gulma tersebut tetap saja dapat tumbuh di sekitar parit atau lubang penanaman yang tidak ditutupi oleh mulsa. Gulma yang sering dijumpai di sekitar tanaman cabai terbagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan daun lebar, golongan rumput, dan teki.

gulma tanaman cabai
foto: Pixabay

Gulma-gulma tersebut dapat menghambat penyerapan nutrisi sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam. Biasanya, tanaman yang dikelilingi oleh gulma akan mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga terlihat lebih kerdil dari tanaman yang tidak dikelilingi gulma. Selain itu, gulma dapat menjadi tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang berbahaya bagi tanaman cabai.

Gulma daun lebar

Tumbuhan yang termasuk golongan gulma tanaman cabai berdaun lebar adalah krokot, bayam berduri, gending anak, babandotan, dan cacabaian. Gulma-gulma ini harus disiangi sebanyak 2—3 kali dalam satu kali musim tanam. Penyiangan gulma harus dilakukan hingga ke bagian akarnya agar gulma tidak dapat tumbuh kembali dengan cepat.

Gulma berdaun lebar juga dapat diatasi secara kimiawi dengan menyemprotkan herbisida 2,4 D amine yang hanya disemprotkan di sekitar lokasi penanamannya. Penggunaan herbisida harus dilakukan secara hati-hati karena bisa membahayakan tanaman cabai.

Teki

Teki merupakan gulma yang sangat merepotkan karena dapat tumbuh meski bedengan sudah ditutupi oleh mulsa plastik. Teki harus disiangi hingga ke bagian akarnya karena sisa akar teki yang masih tertinggal di dalam tanah dapat tumbuh besar kembali.

Teki juga bisa diatasi dengan herbisida 2,4 D amine seperti gulma berdaun lebar. Namun, jika teki masih bisa dikendalikan dengan cara manual (mencabut), lakukan cara tersebut terlebih dahulu agar tidak membahayakan tanaman cabai.

Baca Juga:  Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis

Gulma rumput

Gulma rumput lebih sering dijumpai di daerah lubang penanaman atau parit yang tidak ditutupi oleh mulsa. Gulma rumput sebaiknya diatasi dengan cara dicabut secara manual jika lahan yang dimiliki tidak terlalu besar meski gulma rumput juga bisa diatasi dengan herbisida.