Gunawan Chandra, Sarjana Kimia yang Sukses Beternak Sapi Potong

PertaniankuBeternak sapi potong bisa dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya mereka yang ahli ataupun seseorang yang belajar mengenai dunia peternakan. Gunawan Chandara, seorang sarjana kimia lulusan Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, sudah membuktikan hal tersebut.

beternak sapi potong
foto: pertanianku

Ide memulai bisnis beternak sapi muncul pada saat Gunawan prihatin dengan pekarangan pabrik kaca dan kendaraan miliknya yang dibiarkan begitu saja dan ditumbuhi oleh rumput liar. Mulanya, Gunawan hanya membeli satu ekor kambing untuk memakan rumput-rumput tersebut.

Meskipun kambing yang dibelinya mau memakan rumput. Namun, tubuh kambing tersebut tidak kunjung gemuk. Gunawan berpikir jika ada faktor lain yang dapat membuat tubuh kambing gemuk. Akhirnya, ia terpikir untuk mengganti hewan ternaknya. Setelah meminta pendapat, Gunawan memutuskan untuk membeli sapi yang merupakan hewan ternak besar dan tidak begitu sulit merawatnya.

Loading...

Untuk memperlancar usahanya, Gunawan mulai membaca berbagai literatur yang membahas sapi. Ilmu yang dipelajari tak hanya penggemukan, tetapi juga cara pengembangbiakan. Saat Gunawan merasa sudah siap, mulanya ada 5 ekor peranakan simmental yang dibeli pada 2008. Semakin lama, usahanya semakin berkembang hingga usaha kecil-kecilan tersebut menjadi bisnis sapi yang menggiurkan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah sapi yang diternakkan semakin banyak. Bahkan, Gunawan sampai melakukan riset pengembangbiakan sapi potong untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Usahanya tersebut berbuah hasil hingga ia sudah bisa merawat 300 ekor sapi. Jenis sapi yang diternakkannya pun semakin beragam. Ada sapi ongole, angus, simmental, limousin, friesian holstein, dan wagyu.

Selama masa pemeliharaan, Gunawan memberikan pakan berupa ransum racikan sendiri, yakni konsentrat kering, jerami jagung, dan rumput gajah. Konsentrat diberikan sebanyak dua kali sehari dan hijauan diberikan satu kali sehari. Formulasi pakan tersebut mampu menambah bobot sapi per hari mencapai 1—1,4 kg.

Baca Juga:  Pedet Belgian Blue Lahir di Balai Penelitian Ternak

Proses distribusi dilakukan oleh Gunawan melalui pedagang dan penyalur sapi. Begitupun untuk mendapatkan bakalan, Gunawan sudah memiliki pedagang bakalan yang dirasa cocok dengannya.

Menurut Gunawan, kunci keberhasilan menghasilkan daging sapi berkualitas adalah bakalan. Oleh karena itu, Gunawan pun mengembangkan breeding centre yang menggunakan teknik inseminasi buatan melalui embrio transfer untuk menghasilkan bakalan berkualitas.

Loading...
Loading...