Gunung Agung Erupsi, Kementan Imbau Selamatkan Hewan Ternak


    Pertanianku – Gunung Agung yang berada di Karangasem, Bali, dikabarkan mengalami erupsi sejak Sabtu (22/9) hingga Senin (25/9). Erupsi kali ini mengingatkan pada letusan dahsyat 54 tahun silam, yakni pada 1963. Itu sebabnya, masyarakat yang tinggal tak jauh dari kawasan gunung tersebut sudah meningkatkan kewaspadaannya demi menghindari bencana alam yang sama.

    Untuk itu, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menurunkan Tim Kesiapsiagaan Darurat untuk melakukan penyelamatan ternak akibat erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali.

    Ditjen PKH juga akan memfasilitasi pembuatan kandang untuk penampungan hewan ternak sementara dan juga memberikan bantuan pakan berupa konsentrat sebanyak 5 ton, pakan hijaun, obat-obatan, necktag (kalung untuk penandaan ternak), dan air minum bagi ternak warga yang diselamatkan, serta bantuan masker buat petugas lapangan dan para peternak.

    Selain kandang dan pakan, Ditjen PKH juga menyediakan mobil truk untuk mengangkut ternak ke tempat penampungan ternak yang telah dibuat pada area yang lebih aman. Selain itu, juga membantu peternak agar ternak miliknya punya posisi tawar. Hal ini dilakukan untuk menghindari harga hewan ternak yang dijual ke tengkulak sangat rendah.

    Tim Kesiapsiagaan Darurat dari Ditjen PKH diketuai oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma’arif dan beranggotakan Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar (I Wayan Masa Tenaya) beserta staf, Kepala BPTU-HPT Sapi Bali (Jack Pujianto) beserta staf dan dokter hewan dari pusat (Makmun, Boetdhy Angkasa dan Pebi Purwo Suseno), serta Tim Humas Ditjen PKH (Padjarnain).

    Untuk itu, digelar rapat koordinasi dengan Pemda Provinsi Bali, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, serta Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem. Rapat koordinasi dilakukan di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali belum lama ini.

    Baca Juga:  Pemilik Anjing Punya Risiko Kematian Lebih Rendah, Ini Buktinya!

    Hasil rapat tersebut guna mengambil langkah-langkah cepat penyelamatan ternak dalam rangka siaga bencana erupsi Gunung Agung Bali.

    Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya menyiapkan tempat dan kandang untuk penampungan sementara hewan ternak. Pasalnya, jumlah ternak dari 4 Kecamatan terdampak (zona merah) sekitar 17 ribu ekor.

    Sebagian hewan sudah dievakuasi secara mandiri ke tempat-tempat kerabat terdekat di daerah aman. Sebagian lagi sudah ada yang dijual sehingga diperlukan tempat penampungan untuk sekitar 10 ribu ekor.

    Tempat penampungan yang sudah disiapkan untuk kapasitas 5.000 ekor yang tersebar di 7 lokasi di Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Saat ini banyak juga lokasi yang ditawarkan masyarakat dan sedang diidentifikasi kelayakannya oleh Tim dari Ditjen PKH dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali serta Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem.

    loading...
    loading...