Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Petani Tetap Berkebun


Pertanianku — Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus pada Senin (19/2) pagi, mengepulkan abu dan asap ke udara hingga ketinggian 5.000 meter, serta menyemburkan awan panas ke lerengnya.

gunung sinabung
Foto: Shutterstock

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan, tidak ada korban yang cedera atau meninggal akibat letusan pagi hari itu.

Warga dievakuasi dan tidak ada warga yang tinggal di zona bahaya radius 7 kilometer dari puncak berapi itu. Namun, ratusan rumah di luar zona itu ditutupi abu vulkanik. Sekitar 30 ribu orang dari sekitar gunung itu telah terpaksa mengungsi dalam beberapa tahun ini.

Selama 400 tahun, Gunung Sinabung berada pada kondisi aman hingga kemudian meletus pada 2010 lalu dan menewaskan dua orang. Setelah tidak aktif dalam waktu yang singkat, gunung itu meletus lagi pada 2013 dan sejak saat itu gunung menjadi sangat aktif. Letusan Gunung Sinabung pada 2014 menewaskan 16 orang, dan letusan pada 2016 menewaskan 7 orang.

Ada hampir 130 gunung berapi di Indonesia karena kedudukan geografis negara dan disebut sebagai “Lingkaran Api”, yakni garis pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang mengelilingi Samudera Pasifik dengan kegiatan seismik yang sering. Dan, ada tiga gunung berapi di Indonesia saat ini sedang aktif.

Setelah erupsi hebat pada Senin (19/2), Gunung Sinabung pada pagi berikutnya (20/2) kembali mengeluarkan asap dan material kecil. Namun meski demikian, warga di Berastagi tetap beraktivitas seperti biasa.

Sisa material debu akibat letusan tampak berserak di atap dan pekarangan warga. Letusan yang terjadi kemarin tidak menyurutkan warga untuk tetap beraktivitas normal.

Seperti dilaporkan Liputan6, warga terlihat tumpah ruah di jalanan. Begitu pula dengan para petani di ladang yang tetap melakukan kegiatannya seperti biasa dan tanpa menggunakan masker.

Baca Juga:  Pelelangan Tuna Terakhir di Pasar Tsukiji