Habitat Asli Gurami


Pertanianku – Gurami atau disebut juga gurame hidup di air tawar seperti rawa, danau, dan situ. Namun, beberapa jenis gurami dapat hidup di perairan payau. Selain itu, gurami dapat hidup pada air tergenang yang keruh dan tidak dapat ditinggali oleh ikan tawes atau ikan mas. Ikan ini dapat bertelur dan berkembang biak di air yang keruh sekali pun. Namun, sebenarnya gurami lebih menyukai perairan yang lebih jernih dan tenang.

Habitat Asli Gurami

Gurami akan sulit hidup di perairan yang digenangi tanaman air mengapung seperti eceng gondok. Hal ini karena gurami harus mengambil udara langsung dari udara bebas dengan labirinnya. Alat ini tidak berguna jika gurami tidak dapat menyembul ke permukaan air.

Gurami berkembang biak sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Kematangan kelamin biasanya dicapai saat gurami berumur 2–3 tahun. Sebelum induk betina bertelur, induk jantan akan membuat sarang untuk meletakkan telur. Sarang telur dibuat dari ijuk, serpihan bambu, atau tanaman kering yang ada di dalam kolam. Sarang berdiameter 30–40 cm ini diletakkan di tempat yang tersembunyi.

Setelah induk betina meletakkan telur ke sarang, induk jantan akan membuahi telur tersebut. Induk jantan juga akan menjaga telur hingga menetas. Biasanya telur akan menetas setelah berumur lima hari. Telur yang menetas menghasilkan larva yang akan terus tumbuh membesar.

Di habitat asli gurami memiliki kebiasaan makan makanan yang spesifik pada setiap stadium pertumbuhannya. Misalnya, gurami stadium larva dan benih umumnya memakan renik seperti fitoplankton, zooplankton, chlorella, kutu air, larva serangga, dan serangga air.

Sementara itu, gurami dewasa cenderung lebih menyukai tumbuhan. Gurami dewasa biasanya memakan tumbuhan air yang lunak seperti azolla, hydrilla, kangkung air, genjer, dan apu-apu. Di kolam budi daya, gurami dewasa juga menyukai daun singkong, daun pepaya, dan daun talas atau sente, yang diberikan oleh petani. Namun, dalam budi daya secara intensif, pemberian pakan alami belum cukup. Petani biasanya juga memberikan pelet atau pakan buatan pabrik agar pertumbuhannya optimal.

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor
loading...
loading...