Hadapi Lebaran, Stok Daging Kerbau Bulog 28.500 Ton

0

Pertanianku – Seminggu terakhir menjelang Lebaran, stok daging kerbau impor Badan Urusan Logistik (Bulog) tercatat sekitar 28.500 ton. Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti memastikan bahwa stok tersebut cukup untuk memenuhi lonjakan konsumsi daging di masyarakat saat Idul Fitri.

 

“Kebutuhan daging itu 7.000—9.000 ton. Ambil kata saat puasa dan hari raya naik dua kali lipat jadi 18.000 ton, masih cukup,” jelas Djarot beberapa waktu lalu.

Pada awal Juli nanti, Bulog juga telah berencana mendatangkan kembali sebanyak 5.000 ton daging kerbau beku dari India. Jumlah tersebut merupakan bagian dari volume impor daging sebanyak 51.000 ton yang diberikan pemerintah pada Bulog sejak akhir tahun lalu. “Kita datangkan pekan pertama Juli karena saya yakin sampai Lebaran masih aman,” kata Djarot.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging kerbau beku Rp80.000 per kilogram (kg). Harga tersebut Rp20.000 lebih mahal dibanding yang dijual di Malaysia.

Terkait hal itu, Djarot mengatakan bahwa pihaknya hanya ditugaskan untuk membeli daging. Bulog, sambung dia, tidak ditugaskan untuk menurunkan pajak, ongkos pelabuhan hingga biaya sewa cold storage yang di luar kapasitas perusahaan.

Lagi pula, dia berargumen, harga akhir Rp80.000 didapat setelah memperhitungkan sejumlah komponen biaya hingga sampai di tangan konsumen. Biaya-biaya itu bisa jadi berbeda dengan Malaysia.

“Kita juga harus mengecek apakah harga jual daging kerbau ke Malaysia sama dengan harga ke Indonesia,” tutupnya.

loading...
loading...