Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Budidaya Tebu

Pertanianku — Salah satu masalah klasik yang masih dialami di Indonesia adalah produktivitas tebu yang rendah dengan tingkat rendemen gula yang juga rendah. Rata-rata produktivitas tebu yang ditanam di lahan sawah hanya sekitar 95 ton per hektare dan di lahan tegalan sekitar 75 ton per hektare. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan tekologi penanaman yang tepat mulai dari hulu hingga hilir. Berikut ini ulasan singkat yang perlu Anda perhatikan saat memulai budidaya tebu.

budidaya tebu
Foto: Pixabay

Lokasi yang tepat

Tebu menyukai tanah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Tanaman ini terlalu sensitif dengan kekurangan udara di dalam tanah sehingga kondisi pengairan dan drainase harus berjalan baik. Kadar keasaman (pH) tanah yang dibutuhkan sekitar 6–7,5.

Selain kondisi tanah, Anda juga perlu memperhatikan kondisi iklim karena faktor ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil rendemen yang akan didapatkan. Tebu cocok ditanam di daerah dengan curah hujan sekitar 1.000–1.300 mm per tahun dengan minimal 3 bulan kering. Suhu yang ideal bagi tebu adalah 24–34°C dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 10°C. Kecepatan angin yang ideal untuk tebu pada siang hari kurang dari 10 km/jam.

Bahan tanam yang unggul

Sama seperti usaha tani lainnya, bibit unggul menjadi modal penting yang harus dipenuhi. Anda harus memilih varietas unggul, yakni varietas yang memiliki potensi produksi gula yang tinggi melalui bobot tebu dan rendemen yang tinggi, produktivitas stabil, serta tahan terhadap kekeringan, hama, dan penyakit.

Selanjutnya, Anda harus memperhatikan kualitas bibit yang akan dibeli dan tempat membelinya. Pastikan bibit tersebut sehat dan tidak cacat. Bibit tebu sebaiknya dibeli di pembibit yang tepercaya.

Baca Juga:  Keunggulan si Cantik Bunga Garbera Manika Agrihorti

Penyiapan lahan

Lahan yang akan digunakan harus dibersihkan dan disiapkan agar kondisi fisik dan kimia tanah sudah sesuai untuk tanaman tebu. Persiapan lahan meliputi pembajakan yang dilakukan berkali-kali, penggaruan, dan pembuatan kairan.

Panen

Pengaturan panen harus diterapkan dengan benar karena akan memengaruhi hasil panen yang didapatkan. Melalui pengaturan panen, penyediaan tebu di pabrik dapat berkesinambungan dan dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas pabrik sehingga pengolahan menjadi efisien.