Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dari Beternak Domba

PertaniankuBeternak domba terbagi menjadi tiga segmentasi, yakni pembibitan, penggemukan, serta kombinasi antara penggemukan dan pembibitan. Domba memiliki keungulan karena mampu tumbuh, berkembang, dan berproduksi pada berbagai kondisi agroekosistem pemeliharaan.

beternak domba
foto: Pertanianku

Keunggulan lain dari beternak domba adalah cepat menghasilkan karena reproduksinya lebih cepat daripada sapi dan kerbau. Modal awal yang dibutuhkan relatif kecil dan bisa menjadi sumber pendapatan pokok serta usaha agribisnis. Hasil yang optimal bisa didapatkan dengan sistem ternak yang tepat. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika memutuskan untuk beternak domba, simak ulasannya di bawah ini.

Perkawinan domba

Perkawinan adalah proses memadukan dan menggabungkan sifat-sifat genetika untuk mewariskan ciri-ciri suatu spesies agar tetap lestari dan mendapatkan keturunan. Perkawinan domba tidak boleh sampai sedarah atau perkawinan persaudaraan karena dapat menghasilkan keturunan yang kurang bagus.

Satu ekor domba jantan dapat mengawini 20 ekor domba betina. Perkawinan tersebut dapat terjadi secara alami atau iseminasi buatan. Masa kebuntingan domba berlangsung selama 150 hari.

Perkawinan pertama sebaiknya terjadi saat domba betina berumur 10—12 bulan dan domba jantan berumur di atas satu tahun. Umur domba dapat diketahui dari kartu catatan atau melihat kondisi gigi ternak.

Domba bibit

Domba bibit yang digunakan harus berkualitas dan memenuhi syarat seperti sehat, tubuh besar (sesuai umur), relatif panjang, tidak cacat, dada dalam dan lebar, kaki lurus dan kuat, tumit tinggi, serta bulu bersih dan mengilat. Biasanya, domba sudah mengalami dewasa kelamin saat berumur 6—8 bulan.

Perhatikan bagian alat kelamin domba jantan atau betina. Alat kelamin harus lengkap dan normal. Pejantan memiliki buah zakar yang lengkap, sedangkan betina memiliki ambing besar.

Baca Juga:  Kriteria Kandang Itik yang Ideal

Hindari domba yang cacat, seperti rabun, alat kelamin tidak lengkap, ataupun kaki berbentuk X/O.

Pakan

Bahan pakan dikelompokkan menjadi sumber energi, protein, aditif, dan air. Energi bisa didapatkan dari biji-bijian, umbi-umbian, dan hijauan pakan ternak. Protein didapatkan dari leguminosa herba dan leguminosa pohon, seperti kaliandra, indigofera, gliricidia, lamtoro, dan turi. Aditif terdiri atas mineral mix, garam, batu kapur, vitamin, suplemen, dan probiotik.