Hal yang Perlu Anda Lakukan sebelum Pemijahan Belut

PertaniankuPemijahan belut diharapkan bisa menghasilkan bibit-bibit yang akan dibudidayakan menjadi belut ukuran konsumsi. Proses pemijahan harus dilakukan dengan persiapan yang benar. Ada banyak persiapan yang perlu Anda perhatikan, terutama pada calon induk yang akan dipijahkan. Berikut ini beberapa persiapan sebelum pemijahan belut.

pemijahan belut
foto: pertanianku

Memilih induk belut

Salah satu persiapan yang harus Anda perhatikan adalah induk belut. Induk yang digunakan sebaiknya merupakan belut unggul. Induk unggul tersebut ditandai dengan perkembangan yang cepat dan bisa mencapai ukuran maksimal, sehat, tidak cacat, dan umurnya ideal untuk berkembang biak.

Induk betina yang sudah siap melakukan pemijahan umumnya berwarna lebih cerah, kepala lebih kecil dan runcing, serta panjang tubuhnya mencapai 30–40 cm. Sementara itu, belut jantan umumnya memiliki kulit yang lebih gelap, kepala lebih besar dan tumpul, serta panjang tubuhnya lebih dari 40 cm.

Belut merupakan hewan hermaphrodite yang bisa berganti kelamin setelah berumur 6–9 bulan. Dalam beberapa kasus, perubahan kelamin tersebut bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat.

Merangsang dan mempercepat pematangan gonad

Salah satu syarat terjadinya pemijahan belut adalah induk sudah mengalami pematangan gonad. Pematangan bisa Anda rangsang dengan menempatkan induk di dalam kolam indukan yang tidak begitu besar. Kolam tersebut dibuat agar induk mudah melakukan interaksi. Selama berada di dalam kolam indukan, kebutuhan nutrisi induk harus terpenuhi.

Di habitat aslinya, belut mengalami pemijahan pada awal hingga pertengahan musim hujan. Pasalnya, saat musim tersebut air sedang melimpah sehingga banyak nutrisi yang tersedia di habitatnya. Hal ini karena aliran air hujan menggerus dan melarutkan tanah yang kaya nutrisi dan mineral, kemudian air tersebut membawa nutrisi dan mineral ke sungai-sungai dan rawa-rawa.

Baca Juga:  Langkah-langkah Penangkaran Ikan Arwana

Karantina indukan

Indukan belut yang sudah terpilih perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kolam indukan. Karantina induk jantan dan betina sebaiknya dipisah. Proses ini dilakukan selama 24 jam di dalam wadah air bening yang licin seperti bak plastik.

Selama karantina, Anda harus memahami kondisi dan sifat induk. Induk yang cacat, lemah, dan terdeteksi gejala penyakit serta stres atau agresif saat peralihan kelamin harus dipisah dan tidak dipilih sebagai calon indukan.

Belut yang sedang dikarantina harus diberikan pakan untuk melihat nafsu makannya. Belut dengan nafsu makan yang kurang perlu dirangsang dengan ramuan perangsang nafsu makan.