Hal yang Perlu Anda Perhatikan Setiap Harinya dari Tingkah Laku Ikan Lele

Pertanianku — Salah satu rangkaian pemeliharaan yang perlu Anda lakukan setiap hari adalah pengamatan tingkah laku ikan lele. Pasalnya, tingkah laku ikan sering kali menggambarkan kondisi ikan. Oleh karena itu, dibutuhkan pekerja atau operator yang jeli mengamati tanda-tanda atau gejala yang muncul melalui tingkah laku ikan lele. Dengan  begitu, Anda dapat mengatasi masalah sejak dini.

ikan lele
foto: Pertanianku

Ada beberapa tingkah laku yang perlu diperhatikan pekerja dengan teliti, simak ulasannya di bawah ini.

Nafsu makan ikan dan gerakan ikan

Anda harus waspada ketika ikan terlihat malas makan dan lambat bergerak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kualitas air yang kurang baik, ikan terserang penyakit, atau jenis pakan yang digunakan tidak sesuai.

Jika kualitas air kurang baik, segera perbaiki jangan sampai menyebabkan seluruh ikan di dalam kolam stres. Bila penyebabnya adalah serangan penyakit, segera ambil ikan tersebut untuk diperiksa secara visual, mulai dari keadaan insangnya, bagian perut, hingga kulit di seluruh badannya.

Apabila ikan positif terserang penyakit dengan tanda-tanda kemerahan atau pendarahan, berikan pengobatan dengan obat enrofloksasin dosis 1 gram/100 gram pakan. Obat tersebut diberikan selama lima hari terus-menerus.

Jika kondisi ini disebabkan oleh pakan yang tdak sesuai, biasanya lele akan memuntahkan kembali pakan yang sudah dimakan. Kondisi tersebut terjadi karena pakan yang diberikan tidak sesuai dengan selera ikan atau ada bahan-bahan yang tidak disukai.

Warna tubuh ikan

Warna tubuh ikan yang menghitam atau menjadi kuning dapat menjadi pertanda ada sesuatu yang terjadi pada ikan. Warna tubuh yang menghitam karena ikan sedang mengalami stres. Kemungkinan stres tersebut disebabkan oleh fluktuasi lingkungan.

Sementara itu, perubahan warna tubuh yang menjadi kuning karena ikan kekurangan vitamin atau unsur-unsur tertentu. Anda bisa mengatasi permasalahan ini dengan menambahkan garam krosok dengan dosis 100 gram/m3 air kolam dan vitamin C dengan dosis 250 mg/kg pakan.

Baca Juga:  Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Air Payau

Sifat ikan

Jika ikan terlihat berkumpul pada salah satu sisi kolam, kemungkinan karena suhu air terlalu dingin. Umumnya, kondisi tersebut diikuti dengan adanya bintik putih di badan ikan yang disebabkan oleh bakteri Ichtyiphitirus sp. Berikan pengobatan dengan memindahkan ikan ke wadah pemeliharaan air atau menurunkan ketinggian air kolam hingga 50 persen, kemudian berikan garam krosok dosis 100 g/m3.