Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemeliharaan Tanaman Jabon


Pertanianku – Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal, tanaman harus dirawat secara intensif. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam perawatan antara lain penyulaman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, dan penjarangan.

Penyapihan Tanaman Jabon

  1. Penyulaman

Tidak semua bibit yang ditanam di kebun bisa tumbuh. Biasanya, terdapat beberapa bibit yang pertumbuhannya terganggu, bahkan mati. Kematian bibit dapat disebabkan oleh kecerobohan saat penanaman, cuaca yang jelek setelah penanaman, kondisi bibit yang jelek, persiapan lahan yang tidak sempurna, serta serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, kegiatan penyulaman sangat diperlukan.

Penyulaman bertujuan untuk mengganti bibit jabon yang mati atau pertumbuhannya abnormal dengan bibit baru yang sehat. Penyulaman pertama sebaiknya dilakukan pada saat bibit berumur 1—2 bulan. Adapun waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pagi hari atau menjelang hujan sehingga bibit sulaman tumbuh dengan mudah dan baik.

  1. Pemupukan

Pada awal pertumbuhan, pemupukan sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan jabon. Jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk urea sebanyak 15 g/tanaman atau NPK sebanyak 400 g/tanaman. Pemberian pupuk ini bisa membantu pertumbuhan tanaman jabon pada tanah podsolik merah kuning. Saat pemeliharaan selanjutnya, pemupukan diberikan berdasarkan umur tanaman.

Adapun takaran pemberian pupuk per pohon berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut.

  • Pada umur 1—2 tahun, berikan kompos/bokhasi/pupuk kandang sebanyak 0,5 kg ditambah NPK 250 g.
  • Pada umur 2—3 tahun, berikan kompos/bokhasi/pupuk kandang sebanyak 10 kg ditambah NPK 500 g. Jika pemupukan tidak menggunakan pupuk buatan sama sekali, pemberian pupuk yang dilakukan sebagai berikut.
  • Pada umur 1—2 tahun, berikan kompos/bokhasi/pupuk kandang sebanyak 20 kg.
  • Pada umur 2—3 tahun, berikan kompos/bokhasi/pupuk kandang sebanyak 20 kg.

Pemupukan dilakukan dengan cara membuat cekungan sebagai tempat penaburan pupuk di sekitar (sekeliling) tanaman dengan radius 15 cm dari batang pokok tanaman. Setelah ditaburi pupuk, tutup kembali cekungan tersebut.

  1. Penyiangan
Baca Juga:  Berhidroponik dengan DFT Pipa PVC Frame A 36 Lubang

Gulma merupakan kompetitor yang harus diperhatikan, terutama pada awal penanaman. Kehadiran gulma bisa menjadi pesaing tanaman jabon dalam memperoleh unsur hara, air, ruang, dan cahaya matahari. Oleh karena itu, tanaman harus disiangi secara berkala. Pemberantasan gulma dan alang-alang bisa menggunakan herbisida dengan dosis 100 ml/10 liter air. Selain itu, penyiangan juga bisa dilakukan melaluipembabatan dengan frekuensi tiga bulan sekali sampai tanaman jabon berumur tiga tahun. Selanjutnya kanopi tanaman yang lebar akan menaungi tanah di bawahnya sehingga gulma tidak bisa tumbuh. Penyiangan sebaiknya dilakukan pada awal musim kemarau agar gulma tidak bisa segera tumbuh.

  1. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan jika cabang tumbuh tidak beraturan. Kegiatan ini tidak harus selalu dilakukan, yang penting tanaman terlihat tumbuh lebih baik dan tegak sehingga kualitas kayu pun menjadi baik.

 

Sumber: Buku 10 Tanaman Investasi Pendulang Rupiah

 

loading...
loading...