Hama dan Penyakit yang Menyerang Tanaman Jeruk


Pertanianku – Hama tanaman jeruk yang penting adalah hama penggerek daun atau hama miner (Phyllocnitis citrella), penggerek buah atau belatung (Citripestis sagittiferella), kutu wol yang mengeluarkan cairan madu, dan kutu hitam yang menyerang daun muda (Toxoptera citricidus).

Hama dan Penyakit yang Menyerang Tanaman Jeruk

Serangga Diaphorina citri merusak daun muda dan menjadi vektor CVPD sehingga mudah menyebarkan penyakit virus dari tanaman sakit ke tanaman lain yang masih sehat. Serangga ini tidak tahan terhadap suhu rendah (dataran tinggi) dan mempunyai musuh alami, yaitu parasit Tetrasychus radiatus. Serangga Triozae erythreae merupakan vektor virus greening (lekubin) yang tahan terhadap suhu dingin. Gejala serangannya sama dengan serangan CVPD, yakni daun tebal kaku, urat daun utama menonjol, dan timbul warna kuning atau klorosis, serta timbul noda-noda pada daun (blotching).

Kutu hitam (Toxoptera citridus) merupakan vektor penting bagi virus tristeza. Tanaman terserang akan menyebabkan stem pitting (lubang-lubang) pada kayu batang atau cabang, dekik (lekuk ke dalam) pada kayu di bawah kulit batang, cabang bersegi-segi, dan daun menguning (klorosis) yang sepintas mirip CVPD atau kekurangan unsur mikro.

Penyakit berbahaya yang mengancam tanaman jeruk selain CVPD dan tristeza di antaranya cendawan Diplodia sp. (blendok), Colleotrichum gloeosporoides (mati pucuk), Corticium salmonicolor (busuk batang cokelat), bakteri Sphaeropsis tumefaciens (bongkah cabang atau gall), Phytomonas citri (kanker batang dan buah), dan beberapa penyakit virus seperti Exocortis (retak dan benjol pada buah), Psorosis (sisik, scaly concave gum), dan Spiroplasma citri (daun lebar). Bila belum terlambat, penyebaran virus CVPD, yang merupakan penyebab penyakit paling berbahaya pada tanaman jeruk di Indonesia dapat diatasi atau dicegah dengan membasmi vektornya. Caranya dengan menyemprotkan insektisida Tamaron 0,2% dan menginfus tanaman yang terkena CVPD. Antibiotik yang digunakan berupa infus pyrollidine methyl tetracycline (PMT) atau oxytetrasiklin.

Baca Juga:  Dahsyatnya Manfaat Belimbing Wuluh untuk Atasi Berbagai Penyakit

Penyakit busuk akar dan leher batang yang membahayakan tanaman jeruk adalah Phytophthora parasitica, Fusarium oxysporum, dan cendawan Amellaria sp. (cendawan putih) yang biasa menyerang tanaman karet.

Semua hama di atas dapat diatasi dengan semprotan insektisida sistemik Temaron 0,2% atau Curacron 0,2%. Phytophthora mengancam leher batang. Diplodia natalensis (blendok) menyerang batang, sedangkan Capnodium citri (jelaga hitam) menyerang daun. Penyakit jelaga hitam diatasi dengan semprotan fungisida Benlate 0,2% atau hembusan tepung belerang. Namun, serangan penyakit Diplodia dan Phytopthora yang sangat merisaukan hanya dapat diatasi dengan membersihkan lukanya, kemudian dikuas (digosok) dengan fungisida Benlate 0,2—0,3% atau lisol (karbol) 10—50% atau CP (karbolinum plantarum) 8—10%.

Penyakit kanker batang atau buah sulit diatasi. Namun, olesan karbol dapat mengurangi serangan penyakit tersebut. Penginfusan tanaman jeruk sakit CVPD dengan oxytetracyclin dosis 1.000 ppm (1 ppm = 1 mg/l air) dapat menghentikan serangan, walaupun tidak mematikan penyebabnya (kuman CVPD). Oleh karena itu, dianjurkan menggunakan bibit bebas CVPD dan patogen lainnya (bibit dari BPMT) serta mengendalikan serangga vektor (Diaphorina citri). Semua penyemprotan pestisida harus dihentikan sekurangnya satu bulan sebelum panen untuk mencegah residu dalam buah.

Sumber:  Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah

 

loading...
loading...