Harga Bawang Putih Berangsur Turun

Pertanianku – Di Indonesia harga bahan pangan yang tidak stabil memang kerap terjadi. Biasanya, terdapat beberapa faktor penyebab harga komoditas pangan menjadi naik. Bahkan, Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia memperkirakan harga bawang puith akan terus merangkak naik hinga Juni mendatang. Pasalnya, penurunan harga bawang beberapa hari ini dipengaruhi harga dari tingkat produsen di Cina yang juga mengalami penurunan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia, Pieko Njotosetiadi, mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya kenaikan harga bawang menjelang Ramadan tergolong normal. Tahun ini, Ramadan bertepatan dengan waktu transisi habisnya masa panen dan menjelang panen bawang putih di Cina sehingga terjadi gejolak harga cukup signifikan.

“Harga di Cina mencapai 3.000 dolar AS per metrik ton. Turun menjadi 2.700 dolar AS turun lagi 1.700 dolar AS, sekarang ini sudah menyentuh 1.000 dolar AS per metrik ton bahkan bisa turun lagi. Nanti Juni sudah menyentuh di bawah 1.000 dolar AS bahkan kira-kira 850 dolar AS per metrik ton,” kata Pieko di sela-sela kegiatan Operasi Pasar yang digelar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pasar Induk Osowinangun Surabaya, belum lama ini sebagaimana mengutip Republika (23/5).

Lebih lanjut Pieko menyebut Cina sebagai sumber utama impor bawang putih ke Indonesia mencapai 95 persen dari total impor bawang putih. Sisanya 5 persen berasal dari India, Pakistan, dan Mesir. Setiap tahun, Indonesia mengimpor bawang putih mencapai 450 ribu ton. Selain untuk konsumsi rumah tangga, bawang putih juga digunakan untuk industri misalnya sebagai bumbu mi instan.

Ia mengungkapkan bahwa harga bawang putih dari Cina yang terus turun menyebabkan importir takut untuk mengimpor. Sebab, margin impor bawang semakin kecil, bahkan importir bisa menderita kerugian. Pieko menjelaskan, margin importir dihitung dari harga pokok yang diimpor dikalikan kurs rupiah yang ada. Saat harga bawang putih dari Cina turun, importir takut mengimpor sehingga stok kurang.

“Banyak pelaku impor enggak berani ngimpor. Mereka cenderung memilih setelah harga stabil baru impor lagi. Berapa bagian dilihat di gudang enggak ada barangnya itu yang bikin harga tinggi,” tambahnya.

Di beberapa daerah harga jual bawang putih mengalami lonjakan. Misalnya, di pasar tradisional Soreang, Kabupaten Bandung, naik sebesar Rp15.000 menjelang Ramadan.

loading...
loading...