Harga Bibit Bawang di Lombok Timur Meroket


Pertanianku – Harga bibit bawang dan obat-obatan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat secara signifikan. Hal ini tentu saja membuat para petani bawang di daerah tersebut mengeluh.

harga-bibit-bawang-di-lombok-timur-meroket

Seperti salah seorang petani di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Usman mengatakan, budidaya para petani bawang merah kerap mengalami hambatan lantaran tingginya kedua hal tersebut.

“Bibit bentuk umbi sangat mahal, sampai harganya bisa Rp4,5 juta per kuintal,” katanya dalam Festival Bawang Merah 2016 di Labuan Haji, Lombok Timur, belum lama ini, seperti melansir dari Republika (22/11).

Usman menyebutkan, untuk menghasilkan produksi yang baik dipengaruhi oleh kualitas bibit itu sendiri. “Semakin bagus bibit yang ditanam, semakin besar peluang berhasilnya. 50% tingkat keberhasilan petani bawang ini ditentukan kualitas bibitnya,” ucapnya.

Oleh karenanya, Usman mendukung langkah produsen benih sayuran hibrida tropis ‘Cap Panah Merah’ PT East West Seed Indonesia (Ewindo) yang membuat terobosan baru dengan mengenalkan benih bawang merah varietas sanren F1.

Direktur Ewindo Afrizal Gindow mengungkapkan, bawang merah varietas sanren F1 memiliki keunggulan. Salah satu keunggulannya mampu berproduksi dengan baik ketika ditanam pada musim kering ataupun hujan.

Ewindo telah melakukan uji coba selama 10 tahun sebelum akhirnya merealisasikannya untuk pertama kalinya di Lombok Timur.

Afrizal menerangkan, penemuan varietas ini merupakan solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani bawang merah di Indonesia. Menurutnya, bibit bawang merah yang ada selama ini sulit untuk dibudidayakan pada musim hujan dengan curah hujan tinggi. Umumnya, pada musim tersebut tanaman bawang akan mudah busuk dan rusak akibat serangan penyakit.

Kehadiran bibit bawang merah dalam bentuk biji menjadi solusi bagi para petani. Usman berharap, adanya terobosan ini membuat harga bawang lebih stabil kedepannya.

Baca Juga:  Provinsi Lampung Menargetkan Produksi Gabah Lampung 4,6 Juta Ton
loading...
loading...