Harga Cabai Kembali “Pedas”, Ini Kata Mentan


Pertanianku – Cabai merupakan komoditas pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Namun, beberapa bulan terakhir harga cabai di berbagai daerah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, lebih mahal daripada harga ayam buras.

Harga Cabai Kembali “Pedas”, Ini Kata Mentan

Hal inilah yang menyita perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Amran Sulaiman dan menjadi salah satu polemik. Bagaimana tidak, harga cabai kini menembus Rp70.000 per kg.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono Kamino, berujar pihaknya enggan disalahkan atas lonjakan harga cabai yang berlangsung rutin setiap tahun tersebut.

“Bawang dan cabai silakan cek saja di lapangan. Barangnya ada, tapi kenapa naik? Ini nggak serta merta supply dan demand,” ucap Supdnik, melansir dari DetikFinance (8/11).

Menurut Spudnik, selain rantai tata niaga yang kelewat panjang, faktor peningkatan curah hujan beberapa hari terakhir juga jadi penyumbang besar atas melambungnya harga cabai, khususnya di Jabodetabek.

“Saya ke lapangan, ke Sumedang, ke Garut, saya datang ke lokasi, produksinya tidak turun, tapi hanya tertunda panen saja karena masalah hujan. Bukan hanya di Sumedang, di Lombok, Bima, sampai Jawa tak bisa dipanen. Kalau dipanen pas hujan bisa busuk,” tutur Spudnik.

Spundnik mengungkapkan berdasarkan catatan Kementan jika melihat dari luas tanam di periode Oktober—November 2016, ketersediaan cabai besar yang mengalami lonjakan tertinggi sebesar 76.771 ton dari kebutuhan 75.761 ton.

Kemudian untuk produksi November 2016 sebesar 91.270 ton, sedangkan kebutuhannya sebesar 75.761 ton. Artinya, 2 bulan tersebut Kementan mengklaim surplus cabai merah masing-masing 1.010 ton dan 15.509 ton.

Sementara itu, dari pengamatan yang dilakukan Kementan di sejumlah pasar di tingkat eceran di Jakarta, harga rata-rata cabai merah dibanderol Rp65.800 per kg per 6 November 2016.

Baca Juga:  Peringati HAM Sedunia, Kaum Tani Bersuara Perbaikan Nasib
loading...
loading...