Harga Cabai Kerap Bergejolak, Ternyata Ini Alasannya


Pertanianku – Harga cabai yang seringkali mengalami fluktuasi tidak mengherankan lagi bagi masyarakat. Bahkan, hal ini selalu terjadi setiap tahunnya.

Foto: pixabay

Fluktuasi harga biasanya kerap terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan saat ini sentra produksi aneka cabai masih terfokus di wilayah Pulau Jawa dan belum merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Kementan, Muhammad Agung Sunusi, mengatakan pihaknya telah membuat rencana jangka panjang terkait membangun sentra penanaman cabai di berbagai wilayah.

“Kami sudah buat roadmap pengembangan cabai nasional dari 2016 sampai 2045. Kami sudah coba sosialisasi beberapa wilayah. Kami koordinasi dengan teman-teman (akademisi) Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran,” terangnya belum lama ini seperti diberitakan Kompas (18/10).

Hal ini dilakukan guna menjawab permasalahan terkait sentra penanaman cabai yang belum merata di sejumlah wilayah.

“Pasokan belum stabil karena hari ini sentra cabai besar terkonsentrasi di Pulau Jawa. 50 persen fokus di Jawa. Kalau alami gagal panen, maka terhambatlah pasokan khususnya ke Jabodetabek,” tambah Agung.

Selain itu, persoalan lain, lanjut Agung adalah ketimpangan atau disparitas harga cabai di berbagai wilayah, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ongkos produksi.

“Disparitas harga, tingkat biaya produksi tentunya jadi perhatian. Daya saing rendah. Penyakit cabai sifatnya mudah rusak. Cabai tidak bisa bertahan lama,” lanjutnya.

Persoalan lainnya yang sering terjadi adalah karena gaya konsumsi masyarakat yang tidak tertarik untuk membeli cabai segar ketimbang cabai olahan.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan Pulau Komodo Perlu Ditata Ulang
loading...
loading...