Harga Daging Sapi di Malang Masih Stabil

Pertanianku – Tingginya kebutuhan daging sapi ketika Ramadan hingga Idul Fitri merupakan salah satu faktor penyebab harga daging sapi menjadi tak stabil, cenderung meroket. Kenaikan harga daging sapi kini telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Namun, nyatanya hingga saat ini salah satu daerah, yakni Malang, harga daging sapi masih stabil. Sejumlah pasar tradisional di Kota Malang menjual daging sapi pada kisaran Rp115.000 per kg.

Kondisi tersebut tidak berbeda jika dibandingkan masa-masa sebelum Ramadan. Seorang pedagang daging, Samsul Arifin, mengatakan sudah lebih dari setahun tidak ada kenaikan harga daging.

“Pedagang tidak berani menaikturunkan sendiri harga daging, semua ikut harga dari Rumah Potong Hewan (RPH) Gadang,” kata Samsul, seperti mengutip Republika (31/5).

Sejauh ini, tidak ada perubahan harga daging yang ditetapkan oleh RPH Gadang. Oleh karena itu, harga daging pun selalu stabil. Untuk daging rawon dan tetelan harganya juga terhitung stabil. Hari ini tetelan masih dijual Rp90.000 per kg, sedangkan daging rawon dijual seharga Rp108.000 per kg.

Dalam sehari, pria yang sudah 10 tahun berjualan daging ini mampu menjual sekitar 50 kg daging berbagai jenis. “Awal-awal Ramadhan seperti ini masih banyak warung makan yang masih tutup jadi penjualan daging juga tidak meningkat,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada H-2 Idul Fitri. Harga daging rata-rata bisa mencapai Rp120.000 per kg. Namun, biasanya setelah Idul Fitri harga daging sapi akan berangsur normal kembali.

loading...
loading...