Harga Gabah di Lampung Justru Turun Ketika Musim Panen


Pertanianku – Saat memasuki musim panen, stok gabah kering panen (GKP) di sentra produksi padi di Lampung meningkat, tapi hal ini justru berdampak turunnya harga gabah di tingkat petani pada Februari lalu. Hal tersebut dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), harga GKP di tingkat petani meski turun, masih berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp3.700 per kg.

“Harga gabah tertinggi di tingkat petani Rp4.900 per kg dan di penggilingan Rp4.950 per kg,” kata Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum di Bandar Lampung, belum lama ini seperti dilansir Republika (3/3).

Yeane mengatakan harga gabah tertinggi terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan dengan varietas IR64. Sementara itu, harga gabah terendah di tingkat petani Rp3.800 per kg dan di tingkat penggilingan Rp3.880 per kg, terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Tengah, dengan varietas Cimelati dan Galur.

Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjualbelikan menunjukkan hasil yang kurang baik, dilihat dari kadar air (KA). KA kelompok gabah kualitas tercatat 15,93 persen pada Januari 2017, dan 19.06 persen pada Februari 2017. Adapun rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 5,22 persen (Januari) dan 4,51 persen (Februari).

Menurut BPS, rata-rata harga gabah di petani dan penggilingan mengalami penurunan pada Februari 2017. Penurunan GKP di petani sebesar 5,84 persen dari Rp4.507,20 per kg menjadi Rp4.244,15 per kg. Sementara itu, di tingkat penggilingan harga GKP turun 5,93 persen dari Rp4.601,20 per kg menjadi Rp4.328,17 per kg.

Penurunan hagar GKP tertinggi berada di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur sebesar 14,26 persen atau Rp644,17 per kg, kemudian di Kecamatan Sendang Agung (Kabupaten Lampung Tengah) turun 5,97 persen atau Rp290 per kg. Adapun daerah yang mengalami kenaikan harga GKP berada di Kecamatan Trimurjo dan Punggur (Lampung Tengah), kemudian diikuti Kecamatan Palas, Penengahan, Sragi (Lampung Tengah).

Baca Juga:  Ini Kata Mentan Soal Musim Kemarau Terkait Produksi Beras Lokal
loading...
loading...