Harga Gabah di Tingkat Petani Alami Kenaikan


Pertanianku – Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Provinsi Bandar Lampung pada Juli 2017 lalu mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal tersebut tentu saja membuat para petani sedikitnya bisa merasakan hasil kerja kerasnya.

“Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 0,09 persen dari Rp 4.431 per kilogram menjadi Rp 4.435 per kilogram,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, belum lama ini.

Yeane mengatakan, dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan turun sebesar 0,14 persen dari Rp4.522 per kg menjadi Rp4.512 per kg. Menurutnya, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.000 per kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa, harga gabah terendah, mencapai Rp4.050 per kg pada gabah kualitas GKP, yaitu varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

“Harga tersebut berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp 3.700 per kg,” ujarnya.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.050 per kg pada gabah kualitas GKP, yaitu varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Lanjut Yeane, harga gabah terendah kelompok kualitas GKP, yaitu Rp4.050 per kg dengan varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas HPP, yaitu Rp3.750 per kg.

Selama Juli 2017 BPS Lampung melakukan survei harga di beberapa produsen gabah dan sedikitnya terdapat 44 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP dan tidak dijumpai kelompok gabah kualitas gabah kering giling (GKG) dan kualitas rendah.

Baca Juga:  Kebun Binatang Bandung Melepasliarkan 40 Burung Jalak Kebo
loading...
loading...