Harga Garam Anjlok, Petani Cirebon Makin Rugi!


Pertanianku – Petani garam Cirebon mengeluh karena kebijakan impor garam yang membuat harga garam jatuh hingga lebih dari 50%. Saat ini, harga garam lokal dibanderol sekitar Rp256.000/kg. “Tahun ini kami tidak menikmati harga garam yang tinggi dan harga terus anjlok setelah adanya impor. Sekarang harga garam Rp260.000/kg,” ucap salah seorang petani garam Cirebon, Rawa, seperti dilansir Liputan6 (23/5). Dengan adanya impor garam, para petani sekarang ini tidak bisa menikmati hasil panen seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana harga garam bisa mencapai Rp600.000/kg. Dua tahun lalu saat panen garam, petani bisa mendapatkan untuk besar.

Harga Garam Anjlok, Petani Garam Cirebon Rugi

Selain harga merosot, petani garam juga mengeluh tentang mata rantai penjualan garam dari petani. Keberadaan asosiasi yang memberikan kebijakan penjualan garam tidak bisa langsung ke pembeli membuat petani garam enggan menjual garamnya. Kondisi ini juga membuat seluruh sektor komoditas garam ditingkat petani lumpuh. Mulai dari petani yang enggan menjual garam, hingga tidak adanya pekerja yang biasa mengirimkan barang karena mahalnya pengupahan mencapai Rp100.000.

“Kami pun pernah ditolak pembeli langsung karena hasil panen nya harus melalui asosiasi. Harga pu ditentukan asosiasi sehingga di pihak petani enggan menjual garam lagi,” sebut salah seorang petani garam di Kabupaten Cirebon. Dari kondisi tersebut, petani garam Cirebon akan membentuk koperasi garam. Koperasi ini untuk menunjang kesejahteraan petani garam yang selalu terhalang regulasi yang tidak berpihak kepada petani. “Kalau kami melihat ada kartel di komoditas garam ini yang tentunya membuat petani tidak pernah sejahtera dan selalu merugi,” ujar Rawa.

“Pemerintah dalam hal ini dapat menekan garam impor yang membuat para petani kelimpungan. “Saya berharap jangan ada impor garam lagi,” tutur Rawa.  Melihat kondisi penurunan harga garam tersebut, sejumlah petani garam di Kabupaten Cirebon memilih menimbun pasokan garam mereka karena selalu merugi.” Mending ditimbun dari pada dijual dengan harga murah dan mayoritas kami menimbun ditambak,” ungkap salah seorang petani garam Kabupaten Cirebon Kaswan.  Karena tak memiliki gudang yang cukup dan memadai, para perani pun menimbun garam mereka di bahu jalan.

Baca Juga:  8 Negara Anggota FAO Pelajari Pertanian Indonesia

Menurut Kaswan, harga garam Rp260.000/kg sangat tidak bersahabat. Sebab, selain menjual, para petani juga harus memikirkan biaya ongkos kirim. Selain itu, sikap petani melakukan penimbunan garam juga karena kecewa dengan sikap asosiasi petani garam yang mengintervensi harga. “Tolong para penguasa jangan sengsarakan petani dengan terus impor garam,” ungkap Kaswan.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menambahkan, pemerintah berkomitmen mengubah tata niaga garam untuk memberantas praktik kartel pada impor garam. Dengan begitu akan meredam kenaikan harga garam. “Kami berkomitmen untuk merombak tata niaga supaya industri garam tata niaganya sehat. Bebas dari praktek oligopoli yang menciptakan masalah.”