Harga Ikan di Teluk Batang Merangkak Naik


Pertanianku – Harga ikan yang dijual di pasar-pasar tradisional dan di Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, merangkak naik. Hal ini dampak dari belum turunnya nelayan ke laut dalam menangkap ikan.

Harga Ikan di Teluk Batang Merangkak Naik

“Sudah sepekan lebih harga ikan yang dijual di pasar-pasar yang ada, terutama di Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang, naik sebagai dampak dari belum turunnya para nelayan ke laut,” ungkap Kasubsi Tata Kelola Pelayanan Usaha Pelabuhan Perikanan Pantai Teluk Batang, Dirjen Perikanan Tangkap, Mauliani, seperti dilansir dari Okezone (15/7).

Mauliani menjelaskan, belum melautnya para nelayan karena masih dalam suasana merayakan Lebaran 2016.

“Kemungkinan nelayan baru akan melaut minggu depan, sehingga pasokan dan stok ikan akan kembali normal, sehingga harga ikan dari hasil tangkap nelayan kembali normal, dan masyarakat juga mudah dalam mendapatkan ikan,” tutur Mauliani.

Dampak dari belum melautnya nelayan di kawasan Teluk Batang dan sekitarnya, juga berakibat stok dan pasokan ikan berkurang sehingga harganya menjadi mahal.

“Sebagian besar pasokan ikan untuk wilayah Teluk Batang dan sekitarnya dari Kabupaten Ketapang dan Pontianak, kalau dari Pulau Karimata malah jauh,” ucap Mauliani.

Mauliani mencontohkan, harga ikan yang dijual di pasar-pasar tradisional Teluk Batang, di antaranya ikan tongkol naik menjadi Rp35.000/kg dari harga jual biasanya Rp25.000/kg; kemudian udang kualitas A dari sebelumnya Rp80.000/kg, kini naik menjadi Rp100.000/kg.

“Selain harga ikan yang mahal, stoknya juga tidak ada, yang ada atau dijual pedagang saat ini, hanya ikan tongkol dan ikan bandeng yang didatangkan dari Pontianak. Sehingga masyarakat lebih banyak membeli ayam daging potong,” ungkap Mauliani.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri