Harga Ikan Melonjak Akibat Gelombang Laut Tinggi

Pertanianku – Gelombang tinggi yang terjadi di perairan Laut Jawa beberapa hari terakhir memicu kenaikan harga ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Indramayu.

Harga Ikan Melonjak Akibat Gelombang Laut Tinggi

Gelombang tinggi tersebut mengakibatkan nelayan tidak dapat melaut karena khawatir diterjang gelombang tinggi. Ikhwan, salah seorang nelayan asal Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu mengungkapkan, gelombang tinggi mencapai 3 meter.

Oleh karena itu, Ikhwan memilih tidak melaut untuk sementara waktu hingga kondisi kembali normal. Ikhwan memilih menyandarkan kapalnya di muara perairan Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu karena pertimbangan keselamatan anak buah kapal dan perahunya itu.

Seperti dilansir Okezone (15/6), “Kapal kami pun rusak-rusak karena di terjang ombak. Akibat gelombang tinggi, harga ikan pun naik hingga 30%,” ungkap Ikhwan. Pasalnya, sejak gelombang tinggi terjadi, hasil tangkapan ikan menurun.

“Mudah-mudahan gelombang cepat kembali normal, agar kami bisa segera melaut dan harga ikan kembali stabil. Apalagi, saat bulan Ramadan ini, permintaan ikan cukup tinggi dan diprediksi akan tetap tinggi hingga lebaran nanti,” ucap Ikhwan.

“Banyak juga yang pesan ikan untuk oleh-oleh mudik ke luar kota, tapi karena harga ikan masih mahal, pemesanan ikan banyak yang tertunda,” tutur Ikhwan. Para nelayan diharapkan tetap mewaspadai gelombang tinggi serta angin baratan yang terjadi di perairan Indramayu.

Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu memberlakukan status waspada bagi nelayan yang akan melaut di perairan Laut Utara Jawa. Pasalnya, angin baratan diprediksi masih akan terus terjadi hingga akhir Juni mendatang.

Wilayah yang berstatus waspada mulai dari Tanjung Indramayu hingga Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemberlakuan status tersebut menyusul buruknya cuaca dan adanya gelombang ekstrem. Akibat cuaca buruk, perahu nelayan di bawah 10 gross ton (GT) sejak satu minggu terakhir terpaksa di sandarkan.

Baca Juga:  Kementan Dukung Lido World Garden sebagai Agro Eduwisata Terbesar di Asia Tenggara

Komandan Kesatuan Pengawasan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu Koko Sudeswara mengatakan, pihaknya telah menyampaikan edaran peringatan waspada kepada nelayan yang berlabuh di perairan Indramayu.