Harga Jagung Anjlok, Mentan Pilih Jual ke Luar Negeri


Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa harga jagung anjlok. Hal itu ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

harga jagung anjlok
Foto: Pexels

 

Kedatangan Amran ke Istana Negara untuk melaporkan mengenai kegiatan Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah melakukan penjualan komoditas jagung ke luar negeri (eskpor).

Amran menjelaskan keputusannya untuk melakukan ekspor jagung itu kepada Jokowi. Ia mengungkapkan, hal itu dilakukan karena jumlah produksi jagung saat ini cukup banyak.

Dengan demikian, membuat harga jagung di pasaran dalam negeri jadi anjlok. Dalam upaya agar petani jagung tetap mendapatkan untung bagus, maka menurut Amran ekspor menjadi pilihan yang paling tepat.

“Sekarang ini harga jatuh nih di lapangan. Ada 2.000—2.500 (per kilogram). Makanya solusinya adalah kita ekspor,” kata Amran, mengutip Republika, Senin (19/2).

Amran bahkan pekan lalu secara langsung memantau pengiriman ekspor perdana jagung produksi Gorontalo ke Filipina. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Kota Gorontalo sebanyak 57.650 ton jagung.

Tahun ini, pemerintah melalui daerah Gorontalo berencana mengekspor jagung hingga 100 ribu ton. Hanya saja, pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah produksi yang ada.

Amran mengungkapkan, selain Gorontalo, Kementan juga menargetkan ada kelebihan produksi jagung di daerah Sumbawa. Kelebihan tersebut nantinya bisa untuk ekspor ke Filipina atau Malaysia. Sebab, diketahui bahwa Filipina membutuhkan jagung mencapai satu juta ton, sedangkan Malaysia butuh lebih banyak, yaitu tiga juta ton.

Ia juga menuturkan, dulu pemerintah Indonesia harus impor jagung sekitar 3,6 juta ton dengan nilai uang mencapai Rp10 triliun. Namun, saat ini Kementan ingin membalikkan kebiasan impor menjadi ekspor.

“Tahun ini kita tidak ada impor (jagung). 2017 tidak ada ‘kan, tidak ada impor. Sekarang kita targetnya ekspor,” katanya.

Baca Juga:  Biochar Penyelamat Lingkungan
loading...
loading...