Harga Terus Merosot, Petani Indramayu Kesulitan Menjual Gabah

Pertanianku — Harga gabah pada tingkat petani di Kabupaten Indramayu terus merosot. Kendati demikian, petani kesulitan menjual gabah milik mereka. Bahkan, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebutkan gabah kering giling (GKG) saat ini hanya berkisar antara Rp4.300—Rp4.700 per kg, tergantung kualitasnya. Padahal, sepekan lalu harga GKG di tingkat petani masih berada di kisaran Rp4.800 per kg.

menjual gabah
Foto: Ilustrasi stok gabah petani (Pixabay)

“Penurunan harganya lumayan agak jauh,” ujar Sutatang, Rabu (15/5).

Menurutnya, penurunan harga gabah itu diperkirakan terjadi karena saat ini masih berlangsung panen raya. Karena itu, stok gabah di tingkat petani masih melimpah. Bahkan, di setiap pabrik penggilingan padi, gabah terlihat menumpuk.

Sutatang juga mengungkapkan, meski harga gabah turun, petani kesulitan menjual gabah milik mereka. Para tengkulak yang biasanya membeli gabah petani, kebanyakan berdalih tidak memiliki uang. Pasalnya, para tengkulak sebelumnya sudah membeli banyak gabah petani. Akhirnya, ada juga tengkulak yang membeli gabah petani dengan cara berutang. “Bayar sih bayar, tapi molor alias utang dulu,” katanya.

Sutatang menambahkan, turunnya harga gabah dan sulitnya menjual gabah membuat petani saat ini mengalami kesulitan. Pasalnya, para petani sangat membutuhkan uang untuk biaya musim tanam gadu 2019.

“Jadi walau harga gabah turun, petani pasti menjual gabahnya karena mereka butuh biaya untuk mengolah lahan,” kata Sutatang.

Sementara itu, Waryono, salah seorang petani di Kecamatan Kandanghaur menambahkan, para petani di daerahnya bahkan sudah langsung menjual gabah mereka sesaat setelah panen sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, harga gabah kering panen (GKP) hanya mencapai Rp3.800 per kg.

“Petani langsung jual karena butuh uang untuk biaya hidup dan biaya musim tanam gadu 2019,” tutur Waryono.

Baca Juga:  Cara Atur Pola Produksi Jagung Manis

Ia juga menyatakan, harga gabah tersebut sangat murah dan tidak sesuai dengan biaya dan pengorbanan petani. Meski biaya untuk musim tanam gadu bisa tertutupi, mereka harus berhemat untuk biaya hidup. Waryono berharap, pemerintah bisa benar-benar melindungi nasib petani dengan menjaga agar harga gabah tidak jatuh. Apalagi, biaya pengolahan lahan dan tanam sekarang ini semakin besar.

Loading...