Harga Unggas Anjlok, Peternak dan Pedagang Mengeluh


Pertanianku – Harga unggas di Jawa Tengah tiba-tiba anjlok membuat peternak dan juga penjual unggas mengeluh. Pasalnya, hal tersebut tak biasanya terjadi. Anjloknya harga ini membuat para peternak dan penjual unggas di pasar merugi.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Jawa Tengah, Perjuni, mengatakan saat ini harga jual unggas di sejumlah wilayah di Jawa Tegah berkisar antara Rp16.000 sampai Rp16.500 per kilogram (kg).

Harga tersebut masih rendah dibanding harga jual unggas di luar Pulau Jawa yang mencapai Rp17.500 per kilogram. Perjuni menyebut, di Pantai Utara Jawa, harga unggas anjlok drastis dijual pada kisaran harga Rp12.500—Rp13.000 per kilogram. Padahal, menurutnya, Kementerian Perdagangan telah mematok harga jual unggas, yakni Rp18.000 per kg.

Kondisi tersebut, jelas Perjuni, membuat banyak peternak dan penjual unggas di Jawa Tengah mengalami kerugian besar. “Kalau harganya sudah segitu, kami mau angkatnya lagi susah. Banyak peternak unggas gulung tikar,” terang Perjuni, seperti diberitakan Republika (23/10).

Lebih lanjut ia mengatakan, anjloknya harga jual unggas di pasaran telah terjadi sejak lima tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh adanya sejumlah pengusaha besar yang menjual unggas di pasaran di bawah standar yang ditetapkan pemerintah. Dia mengatakan harga jual unggas di pasaran sempat stabil pada awal tahun, tetapi setelah Agustus harga jual unggas kembali turun drastis.

Pihaknya lantas berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat agar para peternak dan penjual unggas di pasaran tak banyak yang mengalami kerugian.

Hingga saat ini, lanjut Perjuni, dari seribu peternak dan penjual unggas di pasaran, sekitar 40 persennya telah mengalami kebangkrutan. Ia pun turut mengajak Kepala Daerah di Jawa Tengah untuk mendukung harga jual unggas di pasaran kembali stabil.

Baca Juga:  Udang Windu Kembali Bangkit karena Phronima Suppa
loading...
loading...