Hasil Panen dan Sentra Produksi Jambu Bol di Indonesia


Pertanianku – Buah jambu bol termasuk jambu jamaika, harus dipanen setelah tua, berwarna merah tua sampai kehitaman. Pemanenan dilakukan secara selektif satu per satu atau per tandan. Matangnya buah tidak serentak sesuai dengan mekarnya bunga. Buah yang masih muda atau belum matang benar, rasanya agak asam dan kesat (sepet). Buah yang sudah matang, rasanya agak manis sampai manis segar. Jambu tidak boleh jatuh ke tanah, buah yang memar dan rusak karena jatuh ke tanah tidak laku dijual. Buah yang kotor atau membawa semut harus dicuci dengan air bersih, kemudian ditiriskan supaya airnya tidak terbawa buah.

Hasil Panen dan Sentra Produksi Jambu Bol di Indonesia

Buah jambu yang telah dicuci disimpan dalam wadah (kotak) karton atau keranjang plastik khusus supaya menarik dan tidak merusak buah. Buah jambu bol yang bermutu bagus dapat dipasarkan di supermarket (swalayan). Produksi buah jambu bol (jambu jamaika) cukup tinggi, dapat mencapai 500 butir buah/pohon dengan berat 200—500 g/buah. Semut hitam yang sering bersembunyi di antara buah jambu harus dibuang dengan menggunakan kain bersih atau kuas halus.

Buah jambu bol dimakan mentah (setelah benar-benar tua) sebagai pencuci mulut setelah makan. Buah yang setengah matang enak dibuat setup dan asinan segar yang menambah nilai jual. Kayu pohonnya digunakan sebagai kayu bakar. Pohon jambu bol kurang baik untuk bahan bangunan, kurang tahan hujan, dan mudah dimakan rayap.

Sentra produksi jambu bol di antaranya terdapat di Jawa Barat (Raja Mendala dan Cianjur), Jawa Tengah (Magelang dan Muntilan), dan DIY (Sleman dan Turen).

Sumber:  Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah

Baca Juga:  Tips Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Melon