Hasil Panen dan Sentra Produksi Jeruk di Indonesia


Pertanianku – Buah jeruk harus dipanen setelah matang di pohon karena sifatnya nonklimakterik (tidak dapat diperam). Biasanya buah dipanen setelah penuh berisi, licin, berwarna kekuningan atau kemerahan, dan mulai lunak. Umurnya antara 4—6 bulan setelah bunga mekar (anthesis). Jeruk keprok atau siam berbunga bulan September—Desember dan buah dipanen bulan Mei—Juli.

jeruk 8

Jeruk manis umumnya berbunga paling banyak pada bulan Agustus— Desember. Panen raya terjadi pada bulan Januari—Mei. Namun, bila kondisi lingkungan sesuai maka setiap saat tanaman jeruk tersebut dapat berbuah lebat.

Pada tanaman jeruk yang diusahakan di daerah yang beriklim kering (hanya 2—4 bulan basah), bila dilengkapi dengan pengairan yang baik, pembungaan tanaman dapat diatur. Tanda-tanda buah jeruk dapat dipanen adalah kulit buah tampak kencang (berisi penuh), licin, lunak, dan umumnya telah berwarna merah atau kuning, tergantung jenisnya. Untuk jeruk siam dan jeruk manis yang ditanam di dataran rendah yang lembap, biasanya kulit tetap berwarna hijau dan sukar menjadi merah.

Produksi jeruk Indonesia pada tahun 2010, 2011, dan 2012 berturut-turut mencapai 2.028.904 ton, 1.818.949 ton, dan 1.609.482 ton. Indonesia merupakan negara ke-10 penghasil jeruk setelah Mesir dengan total produksi 2.102.560 ton. Nilai produksi tersebut mencangkup semua jenis jeruk, mulai dari jeruk manis, siam, keprok, dan pamelo. Jenis jeruk yang berpotensi untuk dikembangkan adalah jeruk manis (orange), terutama untuk kebutuhan pabrik pengolahan (minuman sari buah). Saat ini, Indonesia termasuk negara pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN setelah Malaysia dengan volume impor sebesar 94.696 ton, sedangkan ekspornya hanya sebesar 1.261 ton dengan tujuan ke Malaysia, Brunei Darusalam, dan Timur Tengah.

Sentra produksi jeruk di Indonesia sebagai berikut.

  • Jeruk keprok
  1. Jawa Barat: Wanaraja, Garut.
  2. Jawa Tengah: Temanggung, Ngablak, Tawangmangu.
  3. Jawa Timur: Batu, Pujon, Madiun, Sumenep.
  4. Sumatera Utara: Berastagi, Sidikalang, Sipirok.
  5. Sumatera Barat: Solok, Kacang, Rambatan.
  6. Jambi: Kerinci.
  7. Timor Tengah Selatan: Soe, Molo Utara.
  8. Sulawesi Tenggara: Siompu.
  9. Sulawesi Selatan: Selayar.
  10. Bali: Tejakula.
  11. Kalimantan Selatan: Barito Kuala.
  • Jeruk siam
  1. Jawa Barat: Bandung Selatan.
  2. Jawa Tengah: Salaman, Cilacap, Purbolinggo, Purworejo.
  3. Jawa Timur: Batu, Pujon, Madiun, Tohiran.
  4. Sumatera Utara: Pematang Siantar, Binjai.
  5. Sumatera Barat: Payakumbuh.
  6. Sumatera Selatan: Kayu Agung, Baturaja, Lahat, OKU.
  7. Jambi.
  8. Kalimantan Selatan: Banjarmasin.
  9. Kalimantan Timur: Samarinda.
  10. Kalimantan Barat: Tebas.
  11. Nusa Tenggara Timur: Kupang, Molo, Soe.
  • Jeruk manis
  1. Jawa Barat: Sumedang, Garut.
  2. Jawa Tengah: Tawangmangu.
  3. Jawa Timur: Punten (malang), Madura.
  4. Daerah Istimewa Aceh: Aceh Tengah.
  5. Sumatera Utara: Tapanuli, Langkat.
  6. Nusa Tenggara Barat: Lombok Barat.
Baca Juga:  Tips Menanam Jeruk Madu di Perkarangan Rumah

Sumber:  Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah