Hati-hati, Salah Penanganan Daging Kurban akan Bahayakan Kesehatan

Pertanianku — Menjelang Idul Adha, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) terus memberikan edukasi mengenai penanganan daging kurban yang baik dan benar. Pasalnya, daging kurban yang penanganannya salah dapat membahayakan kesehatan.

penanganan daging kurban
Foto: Pixabay

Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif, sebagai gambaran, proses paling penting adalah pencacahan daging kurban.

“Jika penanganannya tidak baik maka akan berpotensi menyumbangkan 10 ribu—100 ribu kuman per menitnya,” ujarnya, seperti dilansir Republika, Minggu (4/8).

Loading...

Oleh karena itu, pihaknya menurunkan tim pemeriksa hewan kurban sebanyak 2.279 orang ke seluruh Indonesia untuk mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan kurban. Semua hewan yang telah diperiksa, nantinya diberikan tanda khusus.

“Penyakit hewan yang paling harus diwaspadai ya antraks, ‘kan paling berbahaya,” katanya.

Menurut Ma’arif, Kementan telah melakukan serangkaian upaya mulai dari penyediaan regulasi, sosialisasi, pembinaan dan juga pemeriksaan serta pengawasan daging dan hewan kurban. Bahkan, Kementan sudah membangun fasilitas percontohan pemotongan hewan kurban di 21 lokasi terutama di Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan NTB.

Langkah tersebut, kata dia, sangat penting bagi Kementan, selain memastikan pasokan dan ketersediaan hewan kurban. Oleh karena itu, Kementan telah melakukan koordinasi dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan, dan kesehatan hewan di seluruh provinsi dan ketersediaan stok hewan kurban lokal dinyatakan telah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Ma’arif menuturkan, Kementan memperkirakan kebutuhan hewan kurban sebanyak 1.346.000 ekor atau naik 10 persen dari tahun lalu. Hewan kurban sebanyak itu terdiri atas 376 ribu sapi, kambing 716 ribu, domba 241 ribu, dan kerbau 12 ribu.

Baca Juga:  Begini Cara Menangani Daging dan Hewan Kurban Menurut Kementan

“Dalam perkiraan Kementan, tahun ini akan terjadi lonjakan permintaan 10 persen lebih tinggi dari 2018. Sejumlah langkah sudah dilakukan dan kami pastikan bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan hewan kurban masyarakat,” paparnya.

Loading...
Loading...