Hati-hati! Ternyata Tanaman Monstera Itu Beracun


Pertanianku — Selain membuat suasana menjadi lebih sejuk, tanaman hias yang diletakkan di dalam ruangan juga bisa mendongkrak produktivitas. Satu tanaman yang sedang populer saat ini adalah Monstera deliciosa. Namun tahukah Anda, tanaman monstera ternyata beracun.

tanaman monstera
Foto: Unsplash9

Tanaman monstera bisa bertahan di dalam ruangan hingga sepekan. Bila ditanam di tanah subur dan ditanam di tanah, ukuran daunnya akan melebar. Jika ditanam di dalam pot, ukuran daunnya hanya selebar telapak tangan orang dewasa. Monstera juga bisa diletakkan di tepi kolam karena daunnya yang lebar dan cukup besar sehingga mudah untuk dibersihkan serta tidak mudah gugur.

Tanaman monstera merupakan salah satu jenis tanaman merambat atau memanjat. Batangnya yang memiliki akar membuat tanaman ini merambat untuk menyerap air dan nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh.

Sebagian akar yang dimiliki tanaman ini menancap ke tanah, dan sebagian lagi biasanya menggantung di udara. Akar yang menggantung di udara bukan berarti tidak digunakan atau tidak memiliki fungsi. Akar tersebut berfungsi sebagai penyeimbang tanaman.

Bentuk tanaman yang satu ini terbilang cukup unik, karena memiliki daun bulat yang lebar dan berwarna hijau pekat. Pada daunnya terdapat tekstur yang mirip dengan sobekan-sobekan. Setiap jenis atau varietas monstera memiliki pola sobek yang berbeda-beda.

Awas beracun

Meskipun bentuk daunnya indah dan menyejukkan mata, Monstera deliciosa ternyata beracun. Daun tanaman ini, menurut Blankees.com, dapat menyebabkan keracunan pada orang dan binatang peliharaan jika tanpa sengaja mengunyahnya.

Uji coba pada tikus menyebabkan binatang ini mati segera setelah memakan ekstrak daun tersebut. Gejala keracunan monstera antara lain rasa sakit dan nyeri segera setelah mengunyah daun ini disertai dengan aphonia (kehilangan suara), pelepuhan, suara serak, dan iritasi mulut.

Baca Juga:  Termudah! Cara Menanam Anggrek Hidroponik

Tanaman ini kadang-kadang berbuah dan akan matang setelah satu tahun. Buahnya berbentuk mirip nanas, ketika belum masak akan mengandung asam oksalat dalam kadar yang tinggi sehingga cukup berbahaya jika dimakan.

Jika buah telah matang, rasa dan teksturnya juga mirip buah nanas, namun hati-hati karena orang tertentu dapat mengalami urtikaria (ruam kulit berair) kemudian perih karena pecah.