Hebat! Mahasiswa UI Kembangkan Ampas Tahu Jadi Sumber Nutrisi


Pertanianku – Tahu merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini ternyata bisa diolah menjadi sumber nutrisi yang baik. Penelitian ini dikembangkan oleh lima mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) yang menciptakan pengganti minyak ikan dari ampas tahu menjadi kapsul bernutrisi sumber AA, DHA, EPA, yang diberi nama Aspergyomega.

“Hasil temuan kami ini mempunyai kelebihan antara lain waktu yang dibutuhkan dalam memproduksi asam lemak yang relatif singkat serta harga yang relatif lebih murah dibandingkan minyak ikan,” ungkap salah seorang mahasiswa UI, Ardita Rizky Putri Arcanggi di Depok, belum lama ini seperti melansir Antara (18/8).

Kelima mahasiswa tersebut, yakni Ardita Rizky Putri Arcanggi (Teknik Bioproses), Ahmad Rafif (Teknik Kimia), Mustika (Teknik Bioproses), Adinda Eka (Teknik Bioproses), dan Prastiwi Arum (Farmasi).

Ardita mengungkapkan, melalui penelitian itu, mereka menganalisis komposisi karbon berbasiskan bahan baku berupa onggok dan ampas tahu untuk menghasilkan asam lemak tidak jenuh yang terdiri atas AA, DHA, dan EPA guna meningkatkan gizi masyarakat Indonesia.

Penelitian ini juga bertujuan untuk menekan angka kekurangan gizi di Indonesia dan mendukung Indonesia Sustainable Development Goals.

Salah satu faktor kekurangan gizi adalah karena kurangnya asupan asam lemak tak jenuh pada anak di bawah lima tahun, dimana salah satu asam lemak tak jenuh adalah AA, DHA dan EPA.

“Nutrisi berupa AA, DHA dan EPA selama ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi minyak ikan, golongan crustacean,” terangnya.

Hal ini dilakukan karena ketersediaan minyak ikan yang kian terbatas karena pencemaran logam berat, serta penyediaan sumber daya ikan, harga produk yang cukup mahal sehingga menjadi ancaman bagi penyediaan ikan di masa depan.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengatasi Panik dengan Konsumsi Sayuran Ini

Onggok atau sering dikenal sebagai ampas singkong merupakan produk samping dari industri pengolahan singkong seperti tepung tapioka/kanji, dan lain-lain. Sementara, ampas tahu merupakan sisa hasil pembuatan tahu.

Kedua limbah makanan tersebut berhasil diolah menjadi produk bermanfaat melalui tahapan penelitian di bawah bimbingan dosen FTUI Ir. Rita Arbianti, M.Si yang dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik UI.

Hasil penelitian itu tengah diusulkan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan melaju pada babak final di akhir Agustus 2017.

Ardita dan tim menyakini bahwa keunggulan dari produk ini adalah termasuk food grade yang aman untuk dimakan, relatif lebih murah serta mengandung nutrisi yang sangat baik bagi perkembangan otot, otak, syaraf mata, serta baik bagi perkembangan anak.

Diharapkan Aspergyomega hasil karya mahasiswa UI itu mampu diwujudnyatakan dalam bentuk kapsul nutrisi layaknya minyak ikan yang telah beredar di pasar. Dengan demikian, dapat mendukung usaha pemerintah dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) serta menjadi pustaka dalam pengembangan sumber penghasil asam lemak tak jenuh sebagai sumber gizi yang baik untuk manusia.

loading...
loading...