HET Berlaku, Harga Beras Turun Rp300


Pertanianku – Penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) telah diberlakukan selama satu bulan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Ia menyebut kini harga beras telah turun sekitar Rp300 per kilogram (kg), untuk beras kualitas premium.

“Sekarang harga beras sudah turun. Premium turun Rp300,” terang Mendag, di Hotel Ritz Carlton Jakarta, seperti diberitakan Republika (3/10).

Mendag mengatakan bahwa semula rata-rata harga beras premium Rp13.100 per kg. Saat ini telah turun mengikuti ketentuan HET menjadi Rp12.800 per kg.

Meski begitu ia mengaku ada kecenderungan pasokan beras medium berkurang. Pasalnya, beras yang mulanya berkualitas medium naik menjadi premium.

Untuk itu, Menteri Enggar akan memastikan tidak ada kelangkaan beras kualitas medium.

“Tidak ada kekurangan, stoknya cukup,” tuturnya.

Lebih lanjut Menteri Enggar mengatakan akan terus melakukan operasi pasar bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang bermain-main dengan HET beras. HET untuk beras sendiri telah berlaku sejak 1 September lalu. Penetapan HET ini bertujuan melindungi konsumen dari gejolak harga yang kerap terjadi.

Misalnya, di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET untuk beras medium ditetapkan Rp9.450 per kg dan beras premium Rp12.800 per kg.

Sementara, untuk wilayah Sumatera (kecuali Lampung dan Sumatra Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, HET untuk beras medium ditetapkan Rp9.950 per kg dan beras premium Rp13.300 per kg.

Adapun untuk wilayah Maluku dan Papua, HET untuk beras medium menjadi Rp10.250 per kg dan beras premium Rp13.600 per kg.

Baca Juga:  Kementan: Meski Paceklik Pasokan Beras Tetap Aman
loading...
loading...