Hewan Berkepala Babi Berkaki Rusa, Asal Sulawesi


Pertanianku – Pulau Sulawesi tidak hanya memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan, namun juga memiliki beberapa satwa endemik yang semakin membuat daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan yang datang ke Pulau Sulawesi. Sulawesi dikenal akan kekayaan satwanya yang sangat eksotis. Selain memiliki tarsius, burung maleo, kera yaki, dan anoa, ada satu hewan berkepala babi berkaki rusa yaitu babirusa.

Babirusa, Hewan Unik Asal Sulawesi Berkepala Babi Berkaki Rusa

Yang menjadikan satwa ini unik bukan hanya dari namanya yang berarti dua hewan yang berbeda, melainkan pada fisik satwa satu ini yang memiliki kepala seperti babi dan berkaki seperti rusa. “Ini namanya Babirusa, asli dari Sulawesi. Kenapa namanya babirusa? Karena dia punya kepala babi, namun lihat kakinya. Bila diamati kakinya mirip dengan kaki rusa,” jelas Victor Bayu, pemandu yang menemani detikTravel menyaksikan satwa ini saat bersafari di Taman Safari Prigen beberapa pekan lalu.

Sebagaimana dikutip DetikTravel (27/5), babirusa dari Sulawesi memiliki nama ilmiah Babyrousa celebensis. Dari persebarannya, hewan berkepala babi berkaki rusa selain mendiami Pulau Sulawesi, juga dapat wisatawan temukan di Kepulauan Buru, Sula hingga Togean.

Ciri dan bentuk satwa ini memang sangat menarik jika dicermati. Terutama dari bentuk gading/cula yang terdapat di bagian samping mulutnya. Babirusa adalah salah satu hewan omnivore.

Cula yang terdapat pada satwa ini konon adalah sisa-sisa peninggalan prehistoris dari leluhur babirusa. Cula ini hanya terdapat pada babirusa jantan. Cula yang dimiliki sebenarnya adalah dari gigi taring yang tumbuh memanjang sampai melengkung ke atas pada bagian depan satwa ini.

Cula pada babirusa akan terus tumbuh sampai menembus tengkorak babirusa, apabila tidak dipotong. Oleh karena itu, jika Anda melihatnya, babirusa akan menggesekkan culanya ke batang pohon atau benda apapun agar tidak terus tumbuh, mirip seperti hewan pengerat seperti tikus.

Baca Juga:  Merpati Selalu Pulang ke Rumahnya Tanpa Tersasar, Kok Bisa?

Yang lebih menakjubkannya lagi cula tersebut dapat digunakan babirusa jantan untuk bertarung. Cula pada bagian atas digunakan untuk pertahanan babirusa, sementara cula pada bagian bawah yang tajam digunakan untuk menyerang lawan. Pertarungan dilakukan biasanya terjadi untuk memperebutkan pasangan atau untuk bertahan hidup melawan predator.

Di habitat aslinya keberadaan satwa ini sudah sangat sulit ditemukan. Jika Anda ingin melihat satwa ini, Anda harus masuk ke dalam hutan di pedalaman Sulawesi. Perburuan oleh manusia menjadi penyebab semakin memurunnya populasi hewan berkepala babi berkaki rusa atau babirusa. Dikabarkan oleh IUCN, status konservasi babirusa menyebutkan bahwa satwa ini terancam punah.