Hidroponik Kini Makin Canggih dan Menjanjikan

Pertanianku — Saat ini, masyarakat mencari berbagai cara untuk tetap membuat hasil bercocok tanam yang optimal di tengah kondisi lingkungan yang kekurangan lahan untuk bertani dan berkebun. Salah satu cara paling populer yang dipilih masyarakat urban yakni hidroponik. Nah, selain menjanjikan, ternyata hidroponik kini makin canggih.

hidroponik kini makin canggih
Foto: Pixabay

Masih banyak orang yang belum tahu hidroponik

Metode hidroponik adalah teknologi bercocok tanam yang mengutamakan penggunaan air, disertai nutrisi dan oksigen. Pupuk dalam sistem hidroponik diberikan dalam bentuk cairan sehingga air dan larutan nutrisi akan terus tersedia untuk diserap akar. Jika media tanamannya sudah mulai jenuh, hanya perlu disaring dan diperbarui.

Loading...

Hidroponik jadi solusi bercocok tanam di lahan sempit atau perkotaan

Indonesia memang dikenal dengan tanahnya yang subur dan iklimnya yang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Namun tetap saja kondisi tanah di Indonesia tidak semuanya sama. Ada beberapa daerah yang mengalami kesulitan menanam tanaman tertentu, akibat tidak cukup subur.

Metode hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya sehingga tidak perlu menggunakan tanah. Karenanya, ini bisa menjadi solusi untuk daerah-daerah yang tanahnya kurang subur atau lahannya terlalu sempit untuk bercocok tanam.

Banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari cara bertanam hidroponik

Meskipun media utamanya air, pengemasan yang tertutup dan rapi membuat air tidak gampang menguap. Dengan penyerapan air dan nutrisi (dalam larutan) yang optimal, tanaman hidroponik juga tumbuh 30—50 persen lebih cepat. Karena tidak ada nutrisi terbuang dan penyaringannya mudah sehingga metode ini lebih menghemat biaya, mudah, dan efisien dalam banyak hal.

Kebersihan yang terjaga dalam metode ini mampu menekan pertumbuhan dan serangan hama penyakit sehingga penggunaan pestisida bisa sangat diminimalkan. Kelebihan yang utama adalah hidroponik tidak membutuhkan tanah dan sangat hemat tempat karena Anda bisa mengatur penanamannya secara vertikal.

Baca Juga:  Bukan Kedelai, Ini Bahan Baku Kecap Lainnya

Sekelompok mahasiswa mengembangkan hidroponik melalui ponsel pintar

Salah satu hambatan dalam bercocok tanam menggunakan metode hidroponik adalah keharusan petaninya untuk mengecek berkala suhu dan pH air serta larutan di dalamnya. Jika suhu dan pH airnya tidak optimal, tanaman akan bisa berisiko layu. Masalahnya alat untuk kepentingan itu belum dijual di Indonesia, baru ada di luar negeri (Jepang dan Amerika) dengan harga sekitar Rp30 juta.

Karena itu, sekelompok mahasiswa membuat alat untuk memonitor pH dan suhu air yang dinamakan BPONIK Systems dengan harga paket yang lebih murah, yaitu Rp7 juta. Paket inovasi mereka ini bahkan telah memenangkan beberapa penghargaan.

Melansir IDN Times, perwakilan tim BPONIK, yaitu Fernandi Yusuf (20) dan Muhammad Annas (19) yang keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan menjelaskan mesin yang mereka ciptakan.

Kelebihan mesin tersebut adalah kegiatan monitoring yang bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi di smartphone, yang bisa tetap digunakan dari tempat lainnya misalnya saat cuaca tidak memungkinkan. Ke depannya bahkan monitoring bisa dilakukan dari luar negeri. Ini akan sangat memudahkan para petani hidroponik, di semua daerah di Indonesia.

Dengan segala keterbatasan bercocok tanam yang ada saat ini, tentunya hidroponik bisa menjadi jawaban solusinya. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukannya ketika ingin memulai bercocok tanam atau mengembangkannya menjadi hidroponik jika Anda sudah melakukan yang konvensional.

Loading...
Loading...