Hidroponik Rakit Apung Ternyata Menguntungkan

Pertanianku — Hidroponik telah menjadi salah satu cara bertanam yang sering digunakan oleh masyarakat, terutama masyarakat perkotaan. Model hidroponik sendiri sangat beragam. Anda bisa memilih model hidroponik sesuai dengan tujuan dan kemampuan. Salah satu jenis hidroponik yang ternyata dapat memberikan banyak keuntungan adalah hidroponik rakit apung.

hidroponik rakit apung
foto: Pixabay

Dilansir dari cybex.pertanian.go.id, pembudidaya asal Nunukan Tengah, H. Cholid Muhammad telah berhasil membudidayakan selada batavia dengan model hidroponik rakit apung. Model hidroponik ini menggunakan teknik penggenangan air dan nutrisi di sekitar perakaran tanaman secara terus-menerus sehingga akar tanaman dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Selada yang ditanam oleh H. Cholid sudah bisa dipanen setelah berumur 28 hari, tetapi terkadang bisa juga lebih cepat. Dalam satu rumpun selada dapat menghasilkan 10—15 lembar daun. Satu rumpun tersebut dijual dengan harga Rp10.000 per bungkus.

Model hidroponik ini mampu menghasilkan sayuran yang lebih berkualitas. Sayuran bisa mendapatkan nutrisi dengan baik dan terhindar dari organisme pengganggu tanaman (OPT) karena tanaman dirawat di daerah yang lebih terjaga. Pembudidaya tidak perlu terlalu sering menyiram karena air sudah selalu tersedia bersama larutan. Proses panen sayuran di model hidroponik ini juga terbilang lebih mudah.

“Jika tanaman sudah dipanen dan ingin menanam tanaman baru, maka air nutrisinya tidak perlu dibuang. Bisa digunakan kembali, yang perlu diperhatikan saat membuat konstruksi bak hidroponik rakit apung adalah kokoh dan kuat karena menyangga beban ratusan kilo, maka diperlukan bahan seperti baja ringan kanal C dan reng untuk membuat tiang dan penyangga bagian bawah bak,” papar H. Cholid seperti dilansir dari cybex.pertanian.go.id.

Bahan lain yang perlu dipersiapkan adalah papan untuk membuat permukaan menjadi lebih rata dan terpal atau plastik yang berfungsi untuk menahan air. Terpal tersebut juga harus bisa berfungsi sebagai penahan panas agar suhu air nutrisi tidak mudah mengalami kenaikan.

Baca Juga:  Prospek Manis Budidaya Melon yang Semanis Rasa Buahnya

Modal awal yang dikeluarkan oleh H. Cholid untuk memulai budidaya dengan model hidroponik rakit apung sekitar Rp4 juta. Namun, modal tersebut sudah bisa kembali setelah tiga kali masa panen sehingga perputaran modal terbilang cukup cepat.